Sporty Magazine official website | Members area : Register | Sign in

ARSIP

EURO 1972, PEMBUKTIAN JERMAN BARAT

Sabtu, 25 Mei 2013



Tim Jerman Barat menjuarai Piala Eropa 1972. Sukses Tim Panser merebut gelar Eropa pertamanya memang sudah dapat diduga melihat keperkasaan dan juga para bintang di dalamnya.

Skuad asuhan Helmut Schoen sudah diprediksikan akan menjadi juara di final yang digelar di Eropa. Bahkan, Piala Eropa 1972 ini diyakini sebagai ajang unjuk kebolehan Franz Beckenbauer, Gerd Moeller, Paul Breitner, Uli Hoeness dan kawan kawan.    

Jerman Barat memang sudah menujukkan keperkasaan mereka sejak babak penyisihan. Beckenbauer dkk berhasil menaklukkan lawan-lawan mereka yaitu Polandia, Albania, dan Turki guna melaju ke babak perempat final.

Lawan mereka selanjutnya adalah Inggris. Pada pertandingan tandang pertama di stadion Wembley mereka berhasil membungkam Inggris 3-1 dan hasil imbang di pertandingan home 0-0 membawa Jerman lolos ke semifinal untuk pertama kalinya.

Kemenangan atas Inggris itu pun sangat bermakna. Pasalnya, mereka mampu membalaskan dendamnya atas The Three Lions yang menaklukkan mereka 4-2 di partai final Piala Dunia 1966.

Keperkasaan Jerman masih terus berlanjut dengan menggilas tuan rumah Belgia 2-1. Di babak final, tim Panser bertemu dengan Uni Soviet. Namun "Beruang Merah"  juga tak mampu menahan lagi laju Jerman untuk menjuarai Piala Eropa, dan kalah 3-0.

Jerman Barat Menjuarai Euro 1972

Wajar saja jika Jerman menjadi tim yang ditakuti saat itu. Pasalnya, Schoen memiliki panglima perang yang tangguh pada diri Beckenbauer dan juga ditunjang playmaker yang piawai dalam sosok Guenter Netzer.

Dua pemain Paul Breitner dan Uli Hoeness juga semakin matang memberi kontribusinya, serta Sepp Maier yang piawai di bawah mistar gawang. Gerd Mueller pun menujukkan dirinya sebagai ujung tombak yang haus gol.

Puncak keperkasaan Jerman terlihat di final. Mereka membuat Uni Soviet tidak dapat memainkan bola. Lagi-lagi Mueller menjadi bintang dengan dua golnya untuk membantu Jerman menang 3-0.

Putaran final Euro 1972
Tuan rumah: Belga
Waktu: 14-18 Juni
Tim: 4
Juara: Jerman
Runner up: Uni Soviet
Jumlah pertandingan: 4
Total gol: 10  (2,.5 per game)
Topskorer: Gerd Muller (Jerman) – 4 gol
Partai Final: Jerman 3 vs Uni Soviet 0
Waktu: 18 Juni
Tempat: Heysel Stadium, Brussels
Pononton: 50.000
Gol: Muller (27, 58) Wimmer (52).
Wasit: : Bruno Galler (Swiss)

Sumber: Kompas.com

EURO 1968, PERUBAHAN FORMAT TURNAMEN

Jumat, 24 Mei 2013



Dua kali dihelat dengan label European Nations Cup, tahun 1968 pesta sepakbola benua biru berganti nama menjadi European Championship. Italia menjadi negara pertama yang menjadi juara di turnamen bernama baru itu.

Tak hanya nama, sistem kompetisi pun sedikit diubah. Kali ini tidak lagi menggunakan sistem gugur, melainkan menggunakan fase grup.

Sebanyak 31 negara menjadi kontestan perhelatan Piala Eropa edisi tiga ini. Sementara putaran final, tetap diikuti empat tim, dimulai dari babak semifinal.

Siapa yang menjadi tuan rumah juga baru diumumkan setelah babak kualifikasi. Itu artinya siapa yang ingin menjadi tuan rumah harus lolos kualifikasi terlebih dahulu dan masuk ke babak final.

Untuk babak kualifikasi, ada delapan grup yang tiap grupnya diisi oleh empat tim, kecuali grup 4 yang hanya dihuni tiga tim. Ke-31 tim berkompetisi sejak tahun 1966 hingga 1968 dengan sistem tandang-kandang.

Tiap tim yang menang meraih poin dua, seri satu dan kalah tanpa mendapat poin. Hanya juara grup yang berhak ke babak perempatfinal. Delapan tim juara grup akan berebut tempat ke semifinal yang akhirnya dimenangi Inggris, Italia, Uni Soviet dan Yugoslavia.

Italia yang beruntung. Bahkan mereka sukses melangkah hingga partai final dan mengakhiri kompetisi dengan mengangkat tropi Henri Delauney.

Italia Menjuarai Euro 1968

Laga final dilangsungkan dua kali. Di pertandingan pertama, Yugoslavia sukses menahan tuan rumah Italia 1-1 hingga habisnya masa perpanjangan waktu. Adalah Angelo Domeghini yang menjadi penyelamat Italia lewat golnya di menit 80, membalas gol Dragan Dzajic di menit 38.

Karena belum mengenal sistem adu penalti, laga ulangan pun dilangsungkan. Kali ini Italia berhasil mencetak dua gol tak berbalas, lewat aksi Luigi Riva (12) dan Pietro Anastasi (31). Italia pun menggondol Piala Eropa 1968.

Putaran final Euro 1968
Tuan rumah: Italia
Waktu: 5-10 Juni
Tim: 4
Juara: Italia
Runner up: Yugoslavia
Jumlah pertandingan: 4
Total gol: 5  (1,25 per game) 
Topskorer Dragan Dzajic (Yugoslava) – 2 gol
Partai Final : Italia vs Yugoslavia
Waktu: 8 Juni 1964 (I); 10 Juni 1964 (replay)
Tempat : Estadio Olimpico, Roma
Pononton : 85.000 (I); 55.000 (replay)
Skor : 1-1 dan 2-0 (replay)
Gol : Dzajic 39’ (0-1); Domenghini 80’ (1-1)
Riva 12’ (1-0); Anastasi 31’ (2-0) --replay—
Wasit : Gottfried Dienst (Swiss); Jose Mara Ortiz de Mendibil (Spanyol)


EURO 1964, PEMBUKTIAN TUAN RUMAH SPANYOL



Edisi kedua Piala Eropa berlanjut di Spanyol pada tahun 1964. Skuad El Matador tidak menyia-nyiakan kesempatan sebagai tuan rumah dengan menjadi juara.

Spanyol mengukir sejarah dengan menaklukkan juara bertahan Uni Soviet di partai final dengan skor 2-1. Di edisi kedua ini turnamen masih menggunakan sistem gugur. Sebanyak 29 tim mengikuti babak kualifikasi. Yunani menarik diri dari turnamen setelah hasil undian mempertemukan mereka dengan negara rival politiknya, Albania.

Seperti di turnamen edisi pertama, tim-tim yang ambil bagian harus berjibaku dalam laga tandang-kandang untuk memperebutkan tempat di perdelapan final. Uni Soviet, Austria dan Luksemburg sedikit mendapat keuntungan karena mereka mendapat bye dari hasil pengundian.

Tim yang paling mengejutkan adalah Luksemburg saat menaklukkan Belanda 3-2 secara agregat. Di perempatfinal mereka sukses menahan imbang Denmark 5-5 secara agregat. Di partai tambahan, Luksemburg akhirnya kalah 1-0.

Spanyol Berpesta Di Rumah Sendiri

Denmark lolos ke semifinal bersama Uni Soviet, Spanyol dan Hongaria. Di empat besar, Uni Soviet menang 3-0 atas Denmark di Barcelona, sementara Spanyol membutuhkan masa perpanjangan waktu untuk bisa menang 2-1 atas Hongaria. Gol penentu kemenangan Spanyol dicetak oleh Amancio.

Tak seperti laga perempatfinal Piala Eropa 1960, Spanyol tak lagi menarik diri saat dipertemukan dengan Uni Soviet. Malah El Matador sukses memuaskan 79 ribu lebih penonton yang memadati Santiago Bernabeu dengan merebut tropi juara Piala Eropa dari tangan Uni Soviet berkat kemenangan 2-1. Gol penentu sukses Spanyol dicetak Marcelino di menit-menit akhir pertandingan.

Putaran final Euro 1964
Tuan rumah: Spanyol
Waktu: 17-21 Juni 1964
Tim: 4
Juara: Spanyol
Runner up: Uni Soviet
Jumlah pertandingan: 4
Total gol: 13  (3.25 per game)
Topskorer: Jesus Maria Pereda (Spanyol), Ferenc Bene (Hongaria), Dezso Novak (Hongaria) – 2 gol
Partai fiinal : Spanyol 2 vs Uni Sovyet 1
Waktu: 21 Juni 1964
Tempat: Santiago Bernabeu, Madrid
Pononton: 79.115
Gol : Pereda 6’ (1-0); Khusainov 8’ (1-1); Marcelino 84’ (2-1)
Wasit : Arthur Holland (Inggris)

ALCANTARA, DOKTER YANG LEBIH TAJAM DARI MESSI



Siapa top scorer Barcelona sepanjang masa? Jika menyebut Lionel Messi, maka itu benar. Namun, menjawab Paulino Alcantara pun ternyata benar. Siapakah Alcantara?

Messi memang tercatat sebagai pencetak gol terbanyak Barcelona dengan 265 gol. Tapi, balik ke masa lalu, "Blaugrana" pernah memiliki seorang mesin gol mematikan bernama Paulino Alcantara Riestra. Tebak berapa jumlah gol Alcantara selama berseragam "El Barca"? 369 gol dalam 357 pertandingan!

Sayangnya, kompetisi resmi Liga Spanyol baru berlangsung 1929. Alhasil, seluruh gol Alcantara saat itu tak dianggap, meski Barcelona tetap mengklaim jika jumlah gol sang pemain tetap 369 gol di ajang resmi dan persahabatan.

Lahir 7 Oktober 1896 di Iloilo City, Filipina, pada usia tiga tahun Alcantara bermigrasi ke Barcelona, Spanyol. Menginjak usia 15 tahun, Alcantara mencicipi debutnya di Barcelona. Bakat luar biasa Alcantara langsung tercium dengan torehan hat-trick pada debutnya.

Dari periode 1912-16, meski masih berusia muda, Alcantara sudah menjadi andalan lini depan "Azulgrana". Tiga gelar sukses dipersembahkan Alcantara pada periode tersebut.

Kuliah Kedokteran
Pada 1916, keluarga Alcantara kembali ke Filipina. Alhasil, Alcantara pun ikut pulang ke kampung halamannya dan meninggalkan klubnya itu. Selama di Filipina, Alcantara lantas bergabung dengan klub lokal, Bohemians Sporting Club. Dia juga sempat bermain untuk timnas Filipina pada 1917 dan membawa negaranya mengalahkan Jepang 15-2 di sebuah turnamen mini.

Bermain sepak bola tak lantas membuat Alcantara lupa dengan pendidikan formal. Sambil berkiprah sebagai pemain, Alcantara juga belajar di bidang kedokteran. Sejak kecil, Alcantara memang bermimpi ingin menjadi seorang dokter. Nasib ternyata membawa mimpinya lebih lengkap. Menjadi pemain Barcelona dan seorang dokter.

Saking fokus terhadap karier kedokterannya, Alcantara pernah menolak ajakan timnas Spanyol untuk berlaga di Olimpiade 1920. Dia menolak lantaran jadwal Olimpiade 1920 berbarengan dengan ujiannya di kedokteran. Setelah pensiun, Alcantara meneruskan karier menjadi seorang dokter.

Kembali ke Barcelona
Setelah dua tahun menetap di Filipina, Alcantara akhirnya kembali ke Spanyol. Mulai saat itulah, karier Alcantara bersama Barcelona melejit bak meteor. Kematangan bermainnya semakin lengkap pada usia 23 tahun.

Barcelona pun dibawanya merajai kompetisi amatir papan atas Spanyol. Di bawah asuhan Pelatih Jack Greenwell, Alcantara berubah menjadi predator "Blaugrana" di kotak penalti lawan. Dari 1912-27, Alcantara setia mengabdi di Barcelona dengan menorehkan rekor 369 gol.

Karier internasional Alcantara juga lumayan lengkap. Tak hanya Filipina yang pernah dibelanya, Alcantara saat itu juga menjadi bagian timnas Spanyol dan Catalunya. Maklum, pada zaman itu, pemain bisa bebas membela negara tempatnya menetap.

Aksi Dari Paulino Alcantara

Ada momen unik yang membuatnya dijuluki "El Romperedes" yang artinya perobek jaring. Pada 1922 saat membela Spanyol, Alcantara pernah merobek jaring gawang Perancis melalui tendangan kerasnya yang berbuah gol dari jarak 32 meter. Bisa dibayangkan sekeras apa tembakan Alcantara ketika itu, hingga jaring gawang pun sampai robek.

Alcantara memutuskan pensiun pada usia 31 tahun. Dia mengembuskan napas terakhir pada 13 Februari 1964 saat usianya 67 tahun.

Selama 48 tahun sudah Alcantara tiada. Namun, Barcelona, Bohemians, timnas Catalunya, Spanyol, dan Filipina boleh berbangga pernah diperkuat pemain tertajam "Blaugrana" sepanjang sejarah, Paulino Alcantara!

Sumber: Kompas.com

SEJARAH BERMULANYA SALING BERTUKAR JERSEY



Kemenangan Prancis 5-2 atas Inggris pada 14 Mei 1931 memunculkan dua sejarah baru. Bagi Les Bleus, itulah kemenangan pertama mereka dari The Three Lions. Selain itu, laga tersebut pun menjadi awal dari tradisi tukar kostum dalam sepak bola.

Sejak 1923, kedua tim sudah mencicipi enam pertemuan, semuanya di Prancis. Dari enam laga tersebut, Inggris masih perkasa dengan menyabet enam kemenangan. Termasuk kala menghajar Prancis enam gol tanpa balas pada 1927.

Pada 14 Mei 2931, kedua tim kembali bertemu di Stade Olympique Tves-du Manoir. Disaksikan sekitar 30.000 penonton, Inggris seolah akan mengulang kejayaan setelah unggul cepat melalui gol Samuel Crooks pada menit ke-10.

Namun, kali ini Prancis tak patah arang. Lima menit berselang, Les Bleus mampu menyamakan kedudukan melalui Lucien Laurent. Setelahnya, tiga gol tambahan ditorehkan tuan rumah, masing-masing melalui Robert Furois pada menit ke-18, Marcel Langiller menit ke-29 dan Edmond Delfour menit ke-57.

Thomas Waring sempat kembali membangkitkan asa Inggris melalui golnya pada menit ke-71. Namun, Furois kembali menciptakan gol demi memastikan kemenangan Prancis 5-2 atas Inggris.

Setelah peluit akhir pertandingan, para pemain dari kedua tim saling bertukar kostum. Para pemain Prancis diminta menyimpan kostum pemain Inggris demi mengenang kemenangan bersejarah itu. Sejak saat itu, tradisi bertukar kostum kerap menjadi penghias setiap akhir pertandingan sepak bola di seluruh dunia.

Sumber: duniasoccer.com

SEJARAH BERMULANYA LIGA INGGRIS

Kamis, 04 April 2013


Liga Inggris yang didirikan pada tahun 1888 pada awalnya bernama Football League. Liga Inggris merupakan liga sepak bola tertua di dunia. Football League ini merupakan kompetisi sepakbola kasta tertinggi di Inggris sejak tahun didirikannya liga ini hingga tahun 1992.

Sejak tahun 1995 Football League telah memiliki 72 klub dan dibagi merata menjadi tiga divisi, yang dikenal sebagai The Championship, League One dan League Two. Promosi dan degradasi antara divisi adalah fitur utama Liga dan diperpanjang untuk memungkinkan klub Championship atas untuk bertukar tempat dengan klub terendah di Liga Premier.

Pada tahun 1992 terbentuk Liga Primer, ini menandai berakhirnya Football League yang  telah berjalan selama 104 tahun, Liga Primer berjalan dengan 1 divisi dan Football League dengan tiga divisi. Tidak ada perubahan dalam format kompetisi, jumlah tim yang berkompetisi, promosi dan degradasi antara Liga Premier dan Divisi Pertama tetap pada kondisi yang sama seperti Divisi Pertama dan Kedua format yang lama.

22 anggota perdana Liga Premier adalah Arsenal, Aston Villa, Blackburn Rovers, Chelsea, Coventry City, Crystal Palace, Everton, Ipswich Town, Leeds United, Liverpool, Manchester City, Manchester United, Middlesbrough, Norwich City, Nottingham Forest, Oldham Athletic, Queens Park Rangers, Sheffield United, Sheffield Wednesday, Southampton, Tottenham Hotspur, dan Wimbledon.

Karena desakan oleh FIFA liga domestik mengurangi jumlah klub yang berlaga di Liga Premier, jumlah klub berkurang menjadi 20 pada tahun 1995 ketika empat tim yang terdegradasi dari liga dan hanya dua tim dipromosikan.

Pada tanggal 8 Juni 2006, FIFA meminta agar semua liga utama Eropa, termasuk Italia Serie A dan La Liga Spanyol dikurangi menjadi 18 tim dengan awal musim 2007/08. Tetapi Liga Premier tetap memainkan dengan 20 tim.

AKHRIK TSVEIBA, PEMAIN DI TIGA TIM NASIONAL



Pada 7 Februari 1997, pemain kelahiran USSR, Akhrik Tsveiba masuk ke dalam jajaran elite pebola setelah menorehkan caps pertama bersama Rusia. Pasalnya, Rusia menjadi negara ketiga yang pernah diperkuat Tsveiba sepanjang karier profesionalnya.

Pada 1990, saat usanya menginjak 33 tahun, Tsveiba memulai petualangan di kancah sepak bola internasional dengan melakoni debut di timnas Uni Soviet. Dia menorehkan 25 penampilan, tujuh diantaranya bersama CIS (pecahan Uni Soviet).

Pada 26 Agustus 1992, setelah pembubaran CIS, Tsveiba lantas memilih membela timnas Ukraina dan melakoni debutnya pada laga persahabatan melawan Hungaria. Namun, lima bulan berselang, dia memilih menyeberang ke negara pecahan Uni Soviet lain, Rusia.

Penampilan pertama bersama Rusia datang pada 7 Februari 1997 pada laga pembuka Carlsberg Cup. Saat itu Rusia menang adu penalti 6-5 melawan Yugoslavia setelah dalam waktu normal hanya berbagi skor imbang 1-1. Rusia sendiri berhasil menjadi juara setelah menang atas Swiss di final. Tsveiba sendiri memutuskan pensiun dari kancah internasional pada tahun yang sama.

Saat kebanyakan pebola hanya pernah bermain bersama dua timnas, Tsveiba menjadi satu dari tujuh pemain sepanjang sejarah yang mencatat sejarah bersama tiga negara. Tiga diantaranya memiliki rekam jejak serupa dengan Tsveiba, yakni Yury Nikiforov, Andrei Pyatnitskyi dan Sergei Mandreko. Sementara tiga lainnya, Josef Bican (Austria, Czechoslovakia, Bohemia & Moravia), László Kubala (Czechoslovakia, Hungaria dan Spanyol), lalu Karel Burkert (Bulgaria, Czechoslovakia, Bohemia & Moravia).

sumber: Duniasoccer

HOOLIGAN YANG PALING BERBAHAYA DI INGGRIS

Rabu, 03 April 2013

Sejarah Hooligan sebelumnya telah dijelaskan pada postingan SEJARAH BERMULANYA HOOLIGAN. Pada postingan ini kita akan menjelaskan beberapa Hooligan Inggris yang sangat berbahaya. Berikut Ini Hooligan Inggris Yang Paling Berbahaya.


1.      Millwall Bushwackers

Mereka adalah supporter fanatik klub sepakbola Millwal. Nama Bushwackers mereka ambil dari "plesetan" nama penyerbuan ketika perang saudara di Amerika. Dan nggak ada yang mau cari gara-gara dengan Hooligan satu ini. Mereka bahkan punya senjata khusus yang dirancang sendiri untuk menyerang supporter lawan, mereka menyebutnya dengan "The Millwal Brick".

Pada puncak kegiatan mereka di 1980-an, Bushwackers kerap membuat ulah serius selama pertandingan, dan bertanggung jawab atas beberapa kerusuhan terburuk dalam sepakbola Inggris. Dan mereka bangga dengan kelakuannya itu.

Walaupun setelah itu mereka tidak "segarang" sebelumnya, namun 2 supporter Wolverhampton tewas dibuatnya. Ditusuk oleh Pisau Stanley. Sementara di tahun 2002 lebih banyak lagi pertumpahan darah ketika malam pertandingan play off versus Birmingham City. Polisi menggambarkan kejadian malam itu sebagai kekerasan terburuk dan menjadi reputasi Bushwackers yang tidak akan tertandingi.

2.      Birmingham Zulus
 


Kembali ke tahun 70-an, teriakan "Zulu, Zulu!" dijalanan Birmingham hanya memiliki arti ; Ksatria Zulu, Birmingham City yang terbaik dan provokasi untuk menantang bertempur.

Dikenal karena anggotanya yang berasal dari berbagai latar belakang etnis, Hooligan satu ini adalah salah satu yang paling ditakuti era 80-an - dan mereka tetap penyebab utama kerusuhan. Bentrokan kekerasan seringkali terjadi dengan pendukung klub rival Aston Villa pada hari derby, dan Zulu yang dikenal keras mempertahankan wilayah mereka dari serangan Hooligan lain.

Di antara sekian banyak insiden yang dipicu oleh Ksatria Zulu ini adalah serangkaian kerusuhan di Cardiff pada tahun 2001 yang menyebabkan satu Pub hancur, satu orang diserang dan sembilan lagi dibawa ke rumah sakit.

Kemudian pada tahun 2006, sekitar 200 fans Birmingham merobohkan pagar yang memisahkan mereka dari fans Stoke setelah pertandingan Piala FA, perang pun pecah, dan polisi tidak luput dari serangan Zulu. Seorang perwira senior menggambarkan kerusuhan ini sebagai "kekerasan ekstrim".

3.      Aston Villa Hardcore

Hooligan terkenal lainnya yang berbasis di Birmingham adalah Aston Villa Hardcore. Berafiliasi dengan klub Aston Villa atau dikenal sebagai The Villains. Dan reputasi mereka juga tidak kalah sengitnya dibanding rival sekotanya.

Pada "Pertempuran Rocky Lane" pada tahun 2002 menyebabkan beberapa gangguan serius di daerah Aston setelah pertandingan antara Villa dan Birmingham City yang menyebabkan penangkapan 15 orang Hooligan.

Kemudian pada tahun 2005, anggota Hooligan, Steven Fowler, yang telah dipenjarakan selama enam bulan dalam perang tahun 2002, harus kembali mendekam di penjara untuk 12 bulan kemudian karena terlibat dalam serangan terorganisir antara Hardcore Villa dan headhunter Chelsea di King's London's Cross tahun 2004.

Juga pada tahun 2004, beberapa Hooligan Villa terlibat dalam pertempuran dengan fans Quens Park Ranger di luar Villa Park di mana seorang pramugara meninggal ketika menyeberang jalan.

4.      Inter City Firm

Sekelompok hooligan yang aktif dari tahun 1970an sampai tahun 1990, yang mereka menamainya dengan Inter City Firm (ICF). Supporter fanatik dari klub London, West Ham United.

Dinamakan Inter City sesuai dengan nama kereta yang mereka pakai untuk menyaksikan pertandingan away. Inter City Firm mempunyai kebiasaan unik dimana mereka meninggalkan kartu di tubuh lawan yang mereka serang dengan tulisan yang tertera: "Selamat, Anda baru saja bertemu dengan ICF."

Meskipun sama-sama menyukai kekerasan, Cass Pennant, seorang yang berpengaruh di ICF menyatakan ICF berbeda dengan Hooligan lainnya yang umumnya mereka rasis dan berhaluan Neo-Nazi. Namun tetap saja mereka bukanlah teman-teman yang baik.

Banyak contoh ekstrim perilaku kekerasan mereka telah didokumentasikan, bentrokan sering terjadi dengan Hooligan saingannya Bushwackers Millwall.

5.      6,57 Crew

Dihubungkan dengan tim Liga Utama Inggris Portsmouth FC, dan dinamai berdasarkan waktu kereta yang membawa mereka ke Stasiun Waterloo London pada hari Sabtu yaitu pukul 06:57. 6,57 Crew adalah salah satu kumpulan Hooligan terbesar selama tahun 1980-an, dan telah menyebabkan kekacauan di seluruh negeri.

Pada tahun 2001, mereka bertempur dengan fans Coventry City di kandang Conventry, merobek kursi dan melemparkan "molotov" ke lawan mereka.

Pada tahun 2004, 93 anggota mereka ditangkap - termasuk anak 10 tahun yang menjadi Hooligan termuda dalam sejarah Hooliganisme Inggris - mereka berulah dan memulai kerusuhan massa sebelum dan setelah pertandingan melawan saingan Southampton, di mana polisi diserang dan toko-toko dijarah.

Lebih dari seratus hooligan Portsmouth dilarang bepergian ke Piala Dunia 2006 di Jerman karena dinyatakan bersalah atas kejahatan yang berhubungan dengan sepak bola.

6.      The Red Army
 

Manchester United adalah salah satu klub sepakbola terbesar dengan permainan yang indah, sehingga supporter fanatik mereka, The Red Army, dapat dikatakan memiliki jumlah terbesar dengan tingkat Hooliganisme tinggi di Britania.

Sementara nama The Red Army juga digunakan untuk merujuk kepada fans Man U pada umumnya, pada pertengahan 70-an nama itu menjadi identik dengan beberapa insiden menentukan dalam hooliganisme Inggris.

Bentrokan massal terekam pada tahun 1985. Kala itu The Red Army berseteru dengan Hooligan West Ham disekitaran kota Manchester.

7.      Chelsea Headhunters

Dihubungkan dengan Klub kota London, Chelsea, Headhunters merupakan klub Hooligan rasis yang juga kadang di kaitkan dengan Front Nasional dan Paramiliter Combat 18.

Pada 1999, headhunter telah disusupi oleh seorang reporter BBC yang menyamar sebagai anggota tapi punya tato singa yang salah (Fans berat Chelsea pasti tau Logo Singa Chelsea) - kesalahan berisiko yang membuat geram para Headhunters.

Mantan pimpinan Headhunters, Kevin Whitton, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup pada tahun 1985 setelah melakukan suatu serangan yang dianggap sebagai salah satu insiden hooliganisme sepak bola terburuk yang pernah ada di Inggris. Ketika itu Chelsea mengalami kekalahan, Whitton dan lainnya masuk ke sebuah Bar sambil berteriak, "Perang, perang, perang!!". Beberapa menit kemudian manager bar yang berasal dari Amerika tersungkur sekarat dan seorang Hooligan berteriak kepadanya, "Kalian orang Amerika datang ke sini dan mengambil pekerjaan kami!"

SEJARAH BERDIRINYA BAYERN MUENCHEN


Bayern Muenchen sebelumnya adalah klub olahraga bernama MTV 1879. Namun setelah pertikaianan antara manajemen klub dan pemain dari MTV 1879 Muenchen di bar Gisela di Schwabing, 11 pemain memutuskan untuk memisahkan diri dan membentuk klub sendiri dibawah manajemen Franz John pada 27/02/1900. Nama yang dipilih untuk klub yang baru adalah FC Bayern Muenchen. Ini adalah awal dari cerita sukses yang unik.

Nama itu sendiri secara harfiah sebenarnya menunjukkan asal wilayah mereka yang jika dialih bahasakan ke Inggris menjadi Bavaria Munich. Di Jerman, nama Bayern Muenchen yang dipakai, tapi publik internasional terbiasa menyebutnya dengan Bayern Munich.

Franz John

Kemenangan ditahun 1932  di Nurnberg pada final melawan Eintracht Frankfurt adalah kemenangan pertama dari total 20 gelar kemenangan. FC Bayern Muenchen tidak ikut saat Bundesliga dibentuk. Namun ditahun1965, klub ini dipromosikan dan menjadi nomor tiga pada musim berikutnya dan sejak saat itu menjadi anggota tetap di Bundesliga, memenangkan 21 gelar kemenangan Bundesliga dan menempatkan klub ini diurutan utama dari Bundesliga. Sejauh ini, FC Bayern Muenchen adalah klub tersukses.

Seratus tahun pertama Bayern Muenchen – Sejarah dan kisah suksesnya dimulai dan diakhiri dengan nama Franz. Apakah ini suatu kebetulan bahwa Franz John yang mendirikan FC Bayern dan seabad kemudian, Franz yang berbeda, kali ini Beckenbauer yang memimpin Bayern Menchen menjadi klub yang disegani dan ideal dengan setumpuk gelar dibelakangnya di abad yang baru, sebagai presidennya.

Banyak hal yang membedakan masa dulu dan sekarang. Franz John mendirikan dan membangun Bayern dari nol dan relatif senang dengan hasil kemenangan 7-1 Bayern dalam pertandingan pertamanya melawan tim sebelumnya, MTV 1879. Tapi John juga memberikan klub yang karismatik ini dengan keunikan pertamanya.

Pada awal mulanya, orang mengenal sebagai FC Bayern, kemudian sebagai Schwabinger Bayern, karena dilihat dari topi unik para pemainnya. Pada masanya, Franz Beckenbauer telah membantu Bayern Muenchen menjadi seperti dirinya saat ini: klub internasional dengan jutaan penggemar, sebuah institusi yang menjangkau sampai jauh diluar persepakbolaan Jerman.

Tidak pernah dalam impiannya yang tergila sekalipun Franz John membayangkan bahwa timnya akan menjadi juara Jerman, juara Piala Eropa dan bahkan pemenang kejuaaraan antar klub internasional.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pencarian

Translate