Sporty Magazine official website | Members area : Register | Sign in

SEJARAH BERDIRINYA GUADALAJARA

Jumat, 05 Oktober 2012

Share this history on :


Guadalajara adalah kota terbesar kedua di Meksiko dengan populasi 3 juta jiwa. Sebagai kota di Meksiko, Guadalajara tak lepas dari kebudayaan dan bahasa Spanyol yang pernah lama menjajah mereka. Di sepak bola, peran Spanyol justru kecil.

Klub ini pertama kali didirikan pada tanggal 8 Mei 1906 oleh orang Belgia, Edgar Everaert dengan nama Club Union. Karena Everaert juga penggemar Club Brugger di Belgia, maka seragam Club Union pun dibuat sama. Yakni, setrip merah-putih.

Edgar Everaert

Baru pada tahun 1908, nama klub diganti menjadi Guadalajara, sesuai nama kota tempat pendiriannya. Alasannya Guadalajara ternyata memiliki arti yang bagus. Sebagai catatan, Guadalajara ternyata juga bukan dari bahasa Spanyol melainkan bahasa Arab yaitu wad al hidjara, yang artinya sungai di antara tebing-tebing.

Filosofi ini dianggap cocok dengan klub Guadalajara yang ingin mengalir menerjang tebing, demi meraih kebesaran. Anehnya, kehadirannya sempat menjadi olok-olok. Awalnya, Guadalajara sering diteriaki chivas (bahasa Spanyol yang artinya anak-anak, dan dalam bahasa prokem berarti segerombolan kambing).

Ejekan itu tak diambil hati. Bahkan kata chivas akhirnya malah dijadikan julukan yang dibanggakan. Sejak era persepakbolaan professional Meksiko pada tahun 1948, Guadalajara baru menemukan kebesarannya pada pertengahan tahun 1950-an. Gelar juara pertama disabet pada musim kompetisi 1956-57.

Guadalajara 1956-57

Sempat mengalami krisis keuangan pada awal tahun 1990-an, tapi kemudian diselamatkan oleh grub perusahaan Promotea di bawah Jorge Vergara. Sejak itu, Guadalajara kembali besar, bahkan menjadi salah satu klub terbesar di Meksiko selain Cruz Azul. Guadalajara telah menjuarai Liga Meksiko sebanyak 11 kali.

KLUB ULTRANASIONALIS
Guadalajara tidak seperti klub Meksiko lainnya. Klub ini memiliki nasionalistis yang sangat bangga terhadap Meksiko dan bertekad menjadi lokomotif kemajuan sepakbola negerinya.

Guadalajara ingin menjadi symbol kebanggaan dan kebesaran sepakbola Meksiko. Sebab itu, sejak lama tak pernah memakai pemain maupun pelatih asing. Jajaran pengurus pun orang Meksiko asli. Jika jaya, absahlah kebanggaan bahwa kejayaan itu murni dari hasil kerja keras anak-anak negeri sendiri.

Gaya sepak bola pun tak jauh beda yang enggan mengadopsi karakter negeri lain. Meksiko harus mempunyai cirri khas sepak bolanya sendiri dan harus sukses bersamanya. Itu yang ingin ditunjukkan Guadalajara.


Julukan Guadalajara Adalah chivas (Segerombolan Kambing)

Saking bangganya sebagai Meksiko asli, tim ini digelari Jemaah Suci (bahasa Spanyol: Rebano Sagrado) karena membawa misi-misi suci demi kebanggaan dan harga diri orang Meksiko. Sebab itu, seusai Guadalajara mengalahkan klub Meksiko lainnya, Pechucha, di babak 16 besar Piala Libertadores tahun 2005, harian Meksiko Ovacion menulis, “Bangga sebagai Meksiko.” Apalagi kemudian menghajar Boca Junior 4-0 pada Leg-1 Perempatfinalnya.

“Sangat membanggakan. Kami terdiri dari orang Meksiko asli dan mampu menunjukkan permainan hebat. Kami juga memainkan sepak bola kami sendiri,” ucap Galindo, pelatih Guadalajara saat itu.

Sikap ultranasionalistis dan antipemain asing itu bukan dominasi Galindo atau para pemain. Begitu juga fans dan pemilik klub, Jorge Vergara. Bahkan, Vergara berani mengecam beberapa klub Meksiko yang memakai pemain asing seperti Cruz Azul dan Pechucha. Menurutnya, mereka tidak memiliki kepercayaan diri yang cukup sebagai orang Meksiko.

Juara Liga Meksiko 2006

“Mereka lebih sebagai wakil Amerika daripada Meksiko. Sangat menyedihkan!” kecamnya. “Sangat memalukan jika klub Meksiko tak percaya kepada pemain pribumi. Kita harus mempercayai pemain asli Meksiko. Jika tidak, bagaimana bisa kita mendapatkan tim nasional yang berkualitas. Tak perlu pemain asing untuk meningkatkan standar sepak bola Meksiko,” tegas Vergara.

Semangat itu pula yang menjadi energy lebih dari Guadalajara. Mereka tak pernah takut, bahkan cenderung luar biasa jika bertemu dengan klub yang punya nama besar. Semangat Jemaah Suci memang tak bisa disepelekan.
Terima kasih atas kunjungannya. Untuk kelangsungan blog ini, dimohonkan untuk mengklik iklan minimal satu. Terima Kasih
Komentar anda sangat kami harapkan ^_^

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...