Sporty Magazine official website | Members area : Register | Sign in

ARSIP

KLUB-KLUB YANG PERNAH MENJUARAI LIGA CHAMPIONS

Minggu, 26 Mei 2013


Liga Champions adalah kejuaraan yang mempertemukan klub-klub juara dan beberapa klub di bawahnya dari kompetisi di Negara di benua biru, Eropa. Kejuaraan ini sangat dinanti-nanti oleh penikmat sepakbola di seluruh dunia. Berikut kilas balik klub-klub yang menjuarai Liga Champions dari kompetisi ini bergulir




EURO 1988, BUAH HASIL TOTAL FOOTBALL

Sabtu, 25 Mei 2013



Gelaran Euro kembali menelurkan juara baru. Adalah Belanda yang menjadi kampiun dalam kejuaraan ke-8 ini. Bicara Belanda, tak lengkap jika tak bicara "Total Football". Ya, itulah gaya bermain yang dibawa oleh Belanda dalam beberapa tahun terakhir.

Filosofi dasar "Total Football" adalah semua penyerang bisa bertahan dan semua pemain bertahan bisa menyerang (attackers defend, defenders attack). Syaratnya, semua pemain memiliki keterampilan teknis stamina yang sangat tinggi.

Tak heran jika arsitek Belanda, Rinus Michel, memilih bakat-bakat hebat Belanda seperti Marco Van Basten, Frank Rijkaard, Ruud Gullit, Ronald Koeman sebagai bagian dari skuad Euro 1988.

Namun, tak seperti calon juara lain di Piala Eropa sebelumnya, di Grup 2 langkah Belanda sempat tak mulus. Setelah dikalahkan Uni Sovyet dan hanya menang melawan Inggis, Gullit dkk harus menaklukkan Irlandia Utara untuk mendampingi Uni Soviet yang sudah lolos ke semifinal sebagai juara grup.

Dalam pertandingan yang menentukan, dewi fortuna masih memayungi Belanda. Adalah sundulan Wim Kieft yang menaklukkan kiper Irlandia dan meloloskan tim dari Negeri Kincir Angin itu ke babak semifinal menghadapi tuan rumah Jerman.

Sementara itu di Grup 1, Tim Panser berhasil menahan imbang Juara dunia 1982 Italia dan menang atas Denmark, untuk lolos ke semifinal dengan predikat juara grup. Italia menyusul menjadi runner-up setelah menaklukkan Spanyol dan Denmark.

Semifinal yang mempertemukan Belanda dan Jerman, merupakan ulangan partai final Piala Dunia 1974. Kala itu, Johan Cruyff dkk. takluk 1-2 di tangan Jerman. Namun kali ini Belanda berhasil melakukan revans. Rudy Voeller dkk dikalahkan dengan skor 2-1, melalui gol-gol yang dicetak oleh Koeman dan Van Basten.

Belanda, yang tertatih-tatih di babak sebelumnya, akhirnya melangkah ke final menghadapi musuh mereka di babak penyisihan grup, Uni Soviet. Soviet sendiri maju ke final setelah menaklukkan Italia 2-0.

Dalam babak final yang digelar di stadion di kota Munich, Belanda tampil kesetanan. Tim di final, bukan seperti tim yang dikalahkan Soviet di babak penyisihan grup. Sebelum jeda Belanda sudah memimpin 1-0 melalui gol Gullit via sundulan yang sangat keras. Di babak kedua Van Basten berhasil menggandakan keunggulan tim oranye melalui tendangan voli spektakuler yang dilesakkan dari sudut sempit. Gol tersebut dianggap sebagai salah satu gol terbaik sepanjang sejarah sepakbola.

Setelah penantian panjang, Belanda akhirnya merengkuh gelar internasional resmi pertama mereka. Salah satu pemain terbaik yang dimiliki skuad Michels, Van Basten, kemudian dinobatkan menjadi pemain terbaik Eropa 1988.

Putaran final Euro 1988
Tuan rumah: Jerman
Waktu: 10-25 Juni
Tim: 8
Juara: Belanda
Runner up: Uni Soviet
Jumlah pertandingan: 15
Total gol: 34  (2.27 per game)
Topskorer: arco van Basten (Belanda) - 5 gol
Partai final : Belanda 2 vs Uni Soviet 0
Waktu : 25 Juni 1988
Tempat: Stadion Olimpiade, Muenchen
Gol   : Gullit 32', Van Basten 53'.
Wasit : Michel Vautrot (Prancis)

Sumber: Kompas.com

EURO 1984, ERA PLATINI



Tuan rumah Prancis berhasil menjadi juara di depan publiknya sendiri. Penampilan kapten mereka, Michel Platini, begitu mendominasi jalannya turnamen Piala Eropa ketujuh ini.

Piala Eropa 1984 diakhiri oleh kemenangan Prancis atas Spanyol, dengan skor 2-0. Gol-gol "Tim Ayam Jantan" diciptakan Michel Platini dan Bruno Bellone. Bicara Prancis, tak lengkap jika tak bicara kaptennya, Platini. Ia memang sosok yang fenomenal.

Dalam Piala Eropa ke-7 ini UEFA kembali mengubah peraturan untuk babak 8 besar. Setiap grup akan diwakili juara dan runner up. Dua juara dan runner up kemudian diadu silang di babak semifinal.

Prancis berhasil menapaki tangga juara dengan penampilan menawan. Di babak penyisihan Grup A Platini menjadi "roh" bagi Les Bleus kala mendepak Denmark 1-0; menghancurkan Belgia 5-0; dan menaklukkan Yugoslavia 3-2.

Platini, yang ketika itu memperkuat Juventus, bahkan berhasil mengemas seluruh gol yang dicetak Prancis dalam pertandingan penyisihan terakhir lawan Yugoslavia. Denmark menyusul Prancis yang lolos sebagai juara grup, berkat kemenangan atas Yugoslavia 5-0 dan Belgia 3-2.

Di babak semifinal Prancis telah dinanti oleh Portugal. Samba Brasil-nya Eropa itu maju ke babak empat besar setelah menjadi runner up Grup B di bawah Spanyol.

Dalam salah satu pertemuan klasik di ajang Euro, Prancis vs Portugal, Domerge membawa Prancis memimpin 1-0. Namun Portugal berhasil menyamakan kedudukan melalui sundulan Jordao, dan memaksakan pertandingan diakhiri dengan extra-time.

Di babak perpanjangan waktu Jordao lagi-lagi menjadi pencetak gol Portugal. Ketika waktu hendak berakhir Domerge akhirnya berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Adalah Platini yang menjadi penyelamat dengan tendangan drive yang tak terjangkau kiper Portugal. Prancis berhasil menuntaskan perlawan Portugal, 3-2.

Jika Prancis melangkah ke babak final melalui perjuangan keras, lawannya, Spanyol harus mengakhiri pertandingan melawan Denmark lewat drama tos-tosan dengan skor 5-4.

Di final, Platini kembali menjadi pahlawan kemenangan lewat sumbangan gol melalui tendangan bebas. Platini, yang mengemas sembilan gol dalam putaran final ini, menjadi topskorer sekaligus memastikan gelar internasional pertama bagi tuan rumah.

Putaran final Euro 1984
Tuan rumah: Prancis
Waktu: 12-27 Juni
Tim: 8
Juara: Prancis
Runner up: Spanyol
Jumlah pertandingan: 15
Total gol: 41  (2,73 per game)
Topskorer: Michel Platini (Prancis) - 9 gol
Partai final : Prancis 2 vs Spanyol 0
Waktu: 27 Juni
Tempat: Stadion Parc des Princes, Paris
Penonton: 47.000
Gol:  Platini 57', Bellone 90'

EURO 1976, KEJUTAN CEKOSLOWAKIA


Datang sebagai juara bertahan dan dengan pemain bintang bukan berarti Jerman Barat tampil sebagai jawara di Piala Eropa 1976. Adalah Cekoslowakia yang mencuat sebagai juara di antara negara-negara besar.

Pada gelaran Piala Eropa 1976 yang digelar di Yugoslavia ini, hanya empat negara yang masuk putaran final. Jerman Barat yang sukses menjadi juara di Piala Eropa 1974 dan juara dunia 1978, masih mengusung nama-nama besar seperti Sepp Maier, Berti Vogts, Dieter Muller dan tentu saja sang jendral Franz Beckenbauer. Tak heran jika Der Panzer masih diunggulkan.

Meski demikian tim Belanda dengan total football juga tidak bisa dipandang enteng. Belum lagi sejumlah nama tenar seperti Johan Cruyff dan Johan Neeskens menghiasi skuad "Singa Oranye" yang merupakan finalis Piala Dunia 1978 ini. Meski demikian lain di atas kertas, lain pula di atas lapangan. Cekoslowakia yang mengandalkan permainan tim menjadi kuda hitam mampu membalikkan semua prediksi.

Belanda yang lebih dulu menjadi korban Cekoslowakia setelah menyerah 3-1 di Maksimir Stadium, Zagreb, lewat perpanjangan waktu. Pada pertandingan tersebut Belanda memang sedang pincang karena diperkuat oleh Johan Neeskens dan Wim van Hanegem karena terkena kartu merah. Cekoslowakia mampu memanfaatkan kondisi tersebut dan selama waktu normal 2x45 menit bermain imbang 1-1.

Zdenik Nehoda membuat Cekoslowakia unggul di menit ke-114 dan Frantisek Vesely memastikan kemenangan skuadnya menjadi 3-1. Kemenangan tersebut membawa mereka lolos ke final.

Lawan berikutnya Cekoslowakia adalah juara bertahan Jerman Barat yang di semifinal berhasil mengatasi tuan rumah Yugoslavia 4-3. Namun di final tim "Panser" mendapatkan perlawanan ketat dari Cekoslowakia.

Gawang Jerman sudah kebobolan lebih dulu lewat gol Jan Svehlik pada menit ke-8 dan ini juga tercatat sebagai gol tercepat di Euro 1976. Jerman membalasnya lewat gol Dieter Muller di menit ke-28. Karol Dobias kembali membuat Cekoslowakia memimpin sebelum Jerman menyamakan kedudukan lewat gol Bernd Holzenbein satu menit sebelum pertandingan berakhir.

Cekoslowakia Berpesta

Pertandingan akhirnya ditentukan lewat adu penalti dan keluar sebagai pemenang. Bagi Cekoslowakia ini adalah kali pertamanya merasakan juara Piala Eropa. Dieter Muller tampil sebagai topskorer putaran final dengan empat gol.

Putaran final Euro 1976
Tuan rumah: Yugoslavia
Waktu: 16-20 Juni
Tim: 4
Juara: Cekoslowakia
Runner up: Jerman Barat
Jumlah pertandingan: 4
Total gol: 19 (4,75 per game)
Topskorer: Dieter Muller (Jerman Barat) – 4 gol
Partai final : Cekoslowakia 2 vs Jerman Barat 2
Waktu: 20 Juni
Tempat: Crvena Zvezda Stadium, Beograd
Penonton: 35.000
Gol:  Svehlik 8, Dobias 25; D. Muller 28, Holzenbein 89
Cekoslowakia menang adu penalti 5-3 
[Masny 1-0, Bonhof 1-1; Nehoda 2-1, Flohe 2-2; Ondrus 3-2, Bongarts 3-3; Jurkemik 4-3, U.Hoenesss 4-3 (over); Panenka 5-3]
Wasit:  Sergio Gonella (Italia)

Sumber: Kompas.com

EURO 1980, GELAR KEDUA JERMAN BARAT



Peta kekuatan Eropa kembali terpusat ke Jerman Barat. Der Panzer mengukuhkan dirinya lagi sebagai yang terkuat di putaran final Piala Eropa 1980, yang untuk pertama kalinya diikuti oleh delapan peserta.

Putaran final Piala Eropa keenam ini digelar di Italia pada 11 hingga 22 Juni 1980, di mana untuk pertama kalinya format dengan empat negara peserta sudah ditinggalkan dan diganti dengan delapan peserta. Format baru ini pun membuat pertandingan lebih menarik karena persaingan antarpeserta semakin ketat sebelum bisa tampil di final.

Jerman Barat berada di Grup A dengan lawan yang cukup berat, di mana ada juara bertahan Cekoslowakia dan juga musuh besarnya Belanda serta Yunani.

Regenerasi di tubuh tim yang juga dikenal sebagai "staying power" itu sudah terjadi. Tidak ada lagi striker maut Gerd Muller, tapi bintang baru mulai bermunculan seperti Karl-Heinz Rummenigge, Klaus Allofs dan Horst Hrubesch.

Cekoslowakia ditaklukkan 1-0 oleh Jerman Barat lewat gol tunggal Rummenigge. Belanda pun berhasil mereka pukul dengan skor 3-2 di Stadio San Paolo, Naples, yang mana Allofs mencetak hat-trick.

Meski kemudian ditahan imbang Yunani tanpa gol, namun itu sudah cukup mengantarkan Jerman sebagai juara Grup A. Sementara Belgia menjadi juara di Grup B setelah menundukkan Spanyol serta bermain seri dengan Inggris dan Italia.

Pertandingan final pun mempertemukan Jerman Barat dan Belgia. Pada pertandingan di Stadio Olimpico, Roma, Jerman menang 2-1 dan merengkuh gelar juara Piala Eropa untuk kedua kalinya.

Gelar Kedua Jerman Barat

Cekoslowakia menjadi juara tiga setelah menang atas tuan rumah Italia lewat drama adu penalti. Di luar stadion, pagelaran di Italia ini dinodai oleh ulah para hooligans. Mereka menjadi headline saat membuat ulah di pertandingan Inggris versus Belgia.

Putaran final Euro 1980
Tuan rumah: Italia
Waktu: 11-22 Juni
Tim: 8
Juara: Jerman Barat
Runner up: Belgia
Jumlah pertandingan: 14
Total gol: 27  (1.93 per game)
Topskorer: Klaus Allofs (Jerman Barat) - 3 gol

Partai final : Jerman Barat 2 vs Belgia 1
Waktu: 22 Juni
Tempat: Stadio Olimpico, Roma
Penonton: 48.000
Gol:  Hruebsch 10, 88; Vandereycken 72pen

EURO 1972, PEMBUKTIAN JERMAN BARAT



Tim Jerman Barat menjuarai Piala Eropa 1972. Sukses Tim Panser merebut gelar Eropa pertamanya memang sudah dapat diduga melihat keperkasaan dan juga para bintang di dalamnya.

Skuad asuhan Helmut Schoen sudah diprediksikan akan menjadi juara di final yang digelar di Eropa. Bahkan, Piala Eropa 1972 ini diyakini sebagai ajang unjuk kebolehan Franz Beckenbauer, Gerd Moeller, Paul Breitner, Uli Hoeness dan kawan kawan.    

Jerman Barat memang sudah menujukkan keperkasaan mereka sejak babak penyisihan. Beckenbauer dkk berhasil menaklukkan lawan-lawan mereka yaitu Polandia, Albania, dan Turki guna melaju ke babak perempat final.

Lawan mereka selanjutnya adalah Inggris. Pada pertandingan tandang pertama di stadion Wembley mereka berhasil membungkam Inggris 3-1 dan hasil imbang di pertandingan home 0-0 membawa Jerman lolos ke semifinal untuk pertama kalinya.

Kemenangan atas Inggris itu pun sangat bermakna. Pasalnya, mereka mampu membalaskan dendamnya atas The Three Lions yang menaklukkan mereka 4-2 di partai final Piala Dunia 1966.

Keperkasaan Jerman masih terus berlanjut dengan menggilas tuan rumah Belgia 2-1. Di babak final, tim Panser bertemu dengan Uni Soviet. Namun "Beruang Merah"  juga tak mampu menahan lagi laju Jerman untuk menjuarai Piala Eropa, dan kalah 3-0.

Jerman Barat Menjuarai Euro 1972

Wajar saja jika Jerman menjadi tim yang ditakuti saat itu. Pasalnya, Schoen memiliki panglima perang yang tangguh pada diri Beckenbauer dan juga ditunjang playmaker yang piawai dalam sosok Guenter Netzer.

Dua pemain Paul Breitner dan Uli Hoeness juga semakin matang memberi kontribusinya, serta Sepp Maier yang piawai di bawah mistar gawang. Gerd Mueller pun menujukkan dirinya sebagai ujung tombak yang haus gol.

Puncak keperkasaan Jerman terlihat di final. Mereka membuat Uni Soviet tidak dapat memainkan bola. Lagi-lagi Mueller menjadi bintang dengan dua golnya untuk membantu Jerman menang 3-0.

Putaran final Euro 1972
Tuan rumah: Belga
Waktu: 14-18 Juni
Tim: 4
Juara: Jerman
Runner up: Uni Soviet
Jumlah pertandingan: 4
Total gol: 10  (2,.5 per game)
Topskorer: Gerd Muller (Jerman) – 4 gol
Partai Final: Jerman 3 vs Uni Soviet 0
Waktu: 18 Juni
Tempat: Heysel Stadium, Brussels
Pononton: 50.000
Gol: Muller (27, 58) Wimmer (52).
Wasit: : Bruno Galler (Swiss)

Sumber: Kompas.com

EURO 1968, PERUBAHAN FORMAT TURNAMEN

Jumat, 24 Mei 2013



Dua kali dihelat dengan label European Nations Cup, tahun 1968 pesta sepakbola benua biru berganti nama menjadi European Championship. Italia menjadi negara pertama yang menjadi juara di turnamen bernama baru itu.

Tak hanya nama, sistem kompetisi pun sedikit diubah. Kali ini tidak lagi menggunakan sistem gugur, melainkan menggunakan fase grup.

Sebanyak 31 negara menjadi kontestan perhelatan Piala Eropa edisi tiga ini. Sementara putaran final, tetap diikuti empat tim, dimulai dari babak semifinal.

Siapa yang menjadi tuan rumah juga baru diumumkan setelah babak kualifikasi. Itu artinya siapa yang ingin menjadi tuan rumah harus lolos kualifikasi terlebih dahulu dan masuk ke babak final.

Untuk babak kualifikasi, ada delapan grup yang tiap grupnya diisi oleh empat tim, kecuali grup 4 yang hanya dihuni tiga tim. Ke-31 tim berkompetisi sejak tahun 1966 hingga 1968 dengan sistem tandang-kandang.

Tiap tim yang menang meraih poin dua, seri satu dan kalah tanpa mendapat poin. Hanya juara grup yang berhak ke babak perempatfinal. Delapan tim juara grup akan berebut tempat ke semifinal yang akhirnya dimenangi Inggris, Italia, Uni Soviet dan Yugoslavia.

Italia yang beruntung. Bahkan mereka sukses melangkah hingga partai final dan mengakhiri kompetisi dengan mengangkat tropi Henri Delauney.

Italia Menjuarai Euro 1968

Laga final dilangsungkan dua kali. Di pertandingan pertama, Yugoslavia sukses menahan tuan rumah Italia 1-1 hingga habisnya masa perpanjangan waktu. Adalah Angelo Domeghini yang menjadi penyelamat Italia lewat golnya di menit 80, membalas gol Dragan Dzajic di menit 38.

Karena belum mengenal sistem adu penalti, laga ulangan pun dilangsungkan. Kali ini Italia berhasil mencetak dua gol tak berbalas, lewat aksi Luigi Riva (12) dan Pietro Anastasi (31). Italia pun menggondol Piala Eropa 1968.

Putaran final Euro 1968
Tuan rumah: Italia
Waktu: 5-10 Juni
Tim: 4
Juara: Italia
Runner up: Yugoslavia
Jumlah pertandingan: 4
Total gol: 5  (1,25 per game) 
Topskorer Dragan Dzajic (Yugoslava) – 2 gol
Partai Final : Italia vs Yugoslavia
Waktu: 8 Juni 1964 (I); 10 Juni 1964 (replay)
Tempat : Estadio Olimpico, Roma
Pononton : 85.000 (I); 55.000 (replay)
Skor : 1-1 dan 2-0 (replay)
Gol : Dzajic 39’ (0-1); Domenghini 80’ (1-1)
Riva 12’ (1-0); Anastasi 31’ (2-0) --replay—
Wasit : Gottfried Dienst (Swiss); Jose Mara Ortiz de Mendibil (Spanyol)


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pencarian

Translate