Sporty Magazine official website | Members area : Register | Sign in

ARSIP

TRAGEDI MUNICH 1958

Selasa, 09 Oktober 2012


Tragedi Muenchen terjadi di bandar udara Munich-Riem, München, Jerman pada tanggal 6 Februari 1958. Kecelakaan terjadi ketika British European Airways Penerbangan 609 jatuh pada usaha ketiganya untuk lepas landas dari kubangan lumpur yang menyelimuti landasan. Di dalam pesawat terdapat para pemain Manchester United yang bersinar kala itu , dijuluki "Busby Babes", bersama dengan sejumlah pendukung dan wartawan. 20 dari 44 orang di pesawat tewas dalam kecelakaan. Yang terluka, beberapa di antaranya sudah tak sadarkan diri, dibawa ke Rumah Sakit Rechts der Isar di Munich di mana 3 orang meninggal, sehingga yang selamat hanya 21 orang. 

Tim dalam perjalanan kembali dari sebuah pertandingan Piala Eropa 1957-1958 di Beograd, Yugoslavia, melawan Red Star Belgrade, tetapi harus berhenti di Munich untuk mengisi bahan bakar, sebagai akibat dari perjalanan non-stop Belgrade ke Manchester, yang di luar batas kemampuan jangkauan pesawat sekelas Airspeed Ambassador. Setelah mengisi bahan bakar, sang pilot, Kapten James Thain dan kopilot Kenneth Rayment, mencoba lepas landas maksimal dua kali, tetapi harus membatalkan kedua upaya tersebut karena gangguan di mesin. Takut bahwa mereka akan terlambat jadwal, Kapten Thain menolak menginap di Munich dan memilih melakukan upaya lepas landas untuk ketiga kalinya.


Pada saat upaya ketiga, mulai turun salju, menyebabkan lapisan lumpur di ujung landasan. Ketika pesawat menyentuh lumpur, pesawat kehilangan kecepatan, membuat pesawat tidak dapat lepas landas. Pesawat menabrak pagar dan melewati ujung landasan, sebelum sayap pesawat membentur rumah terdekat sehingga sobek. Khawatir bahwa pesawat akan meledak, Kapten Thain menyuruh para penumpang yang selamat pergi menjauh sejauh mungkin. Meskipun demikian, kiper Manchester United Harry Gregg tetap di dekat bangkai pesawat untuk menarik korban yang selamat dari reruntuhan pesawat.

Sebuah penyelidikan oleh pihak berwenang bandara Jerman Barat awalnya menyalahkan Kapten Thain untuk kecelakaan tersebut, mengklaim bahwa dia telah gagal untuk menghilangkan es yang membeku pada sayap pesawat, yang dianggap sebagai penyebab kecelakaan, meskipun pernyataan yang bertentangan muncul dari para saksi mata. Kemudian ditetapkan bahwa kecelakaan itu, pada kenyataannya, disebabkan oleh kubangan lumpur campur salju di landasan pacu, yang mengakibatkan pesawat yang tidak mampu mencapai kecepatan minimum untuk lepas landas. Nama Thain akhirnya menghilang pada tahun 1968, sepuluh tahun setelah kejadian.


Tragedi tersebut menjadi bencana paling kelam dalam sejarah MU. Maka, MU selalu mengenangnya. Dan, 6 Februari 2008 lalu adalah tepat 50 tahun bencana yang sering disebut Tragedi Munich itu.

Itu juga menjadi tragedi nasional bagi Inggris. Maka, pada pertandingan persahabatan antara timnas Inggris lawan Swiss di Wembley, 6 Februari 2008, semua pemain menyempatkan hening sejenak mengenang para korban kecelakaan itu, sekaligus mengirim doa.

Namun, kontroversi sempat merebak kala MU melawan rival sekota Manchester City pada 10 Februari 2008. MU meminta semua hening semenit untuk mengenang tragedi itu, tapi sebagian suporter Man. City menolak dan mengancam akan mengganggu.6 Februari 1958.

Yang pasti, tragedi itu menjadi mimpi terburuk MU. Maka, klub itu membuat acara meriah pada peringatan 50 tahun Tragedi Munich. Gambar tim Busby Babes menghiasi Stadion Old Trafford. Berbagai selamatan juga dilakukan.

Untuk mengenang peristiwa ini maka dibuat plakat dan jam yang menunjukkan waktu kejadian tragedi tersebut.


Para Korban yang Tewas

  • Kaptain Kenneth "Ken" Rayment, kopilot (selamat dari kejadian tetapi mengalami cedera parah dan meninggal tiga minggu setelahnya di rumah sakit setelah mengalami gegar otak)
  • Tom Cable, pramugara
  • Geoff Bent
  • Roger Byrne
  • Eddie Colman
  • Duncan Edwards (selamat dari kecelakaan, tapi meninggal 15 hari kemudian)
  • Mark Jones
  • David Pegg
  • Tommy Taylor
  • Liam "Billy" Whelan
  • Walter Crickmer, sekretari klub
  • Tom Curry, trainer
  • Bert Whalley, kepala pelatih
Wartawan dan Jurnalis
  • Alf Clarke, Manchester Evening Chronicle
  • Donny Davies, Manchester Guardian
  • George Follows, Daily Herald
  • Tom Jackson, Manchester Evening News
  • Archie Ledbrooke, Daily Mirror
  • Henry Rose, Daily Express
  • Frank Swift, News of the World (juga mantan kiper Inggris dan Manchester City; meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit)
  • Eric Thompson, Daily Mail
Penumpang lain
  • Bela Miklos, agen perjalanan
  • Willie Satinoff, supporter, dan teman dekat Matt Busby

SEJARAH BERDIRINYA PSSI



PSSI (Persatuan Sepakbola seluruh Indonesia ) yang dibentuk 19 April 1930 di Yogyakarta. Sebagai organisasi olahraga yang dilahirkan di Zaman penjajahan Belanda, Kelahiran PSSI betapapun terkait dengan kegiatan politik menentang penjajahan. Jika meneliti dan menganalisa saat- saat sebelum, selama dan sesudah kelahirannya, sampai 5 tahun pasca Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, jelas sekali bahwa PSSI lahir, karena dibidani politisi bangsa yang baik secara langsung maupun tidak, menentang penjajahan dengan strategi menyemai benih – benih nasionalisme di dada pemuda-pemuda Indonesia.

Awal Mula Berdirinya PSSI 
PSSI didirikan oleh seorang insinyur sipil bernama Soeratin Sosrosoegondo. Beliau menyelesaikan pendidikannya di Sekolah Teknik Tinggi di Heckelenburg, Jerman pada tahun 1927 dan kembali ke tanah air pada tahun 1928. Ketika kembali ke tanah air Soeratin bekerja pada sebuah perusahaan bangunan Belanda “Sizten en Lausada” yang berpusat di Yogyakarta. Disana ia merupakan satu – satunya orang Indonesia yang duduk dalam jajaran petinggi perusahaan konstruksi yang besar itu. Akan tetapi, didorong oleh jiwa nasionalis yang tinggi Soeratin mundur dari perusahaan tersebut.

Setelah berhenti dari “Sizten en Lausada” ia lebih banyak aktif di bidang pergerakan, dan sebagai seorang pemuda yang gemar bermain sepakbola, Soeratin menyadari sepenuhnya untuk mengimplementasikan apa yang sudah diputuskan dalam pertemuan para pemuda Indonesia 28 Oktober 1928 (Sumpah Pemuda) Soeratin melihat sepakbola sebagai wahana terbaik untuk menyemai nasionalisme di kalangan pemuda, sebagai tindakan menentang Belanda.

Soeratin Sosrosoegondo

Untuk melaksanakan cita – citanya itu, Soeratin mengadakan pertemuan demi pertemuan dengan tokoh – tokoh sepakbola di Solo, Yogyakarta dan Bandung . Pertemuan dilakukan dengan kontak pribadi menghindari sergapan Polisi Belanda (PID). Kemudian ketika diadakannya pertemuan di hotel kecil Binnenhof di Jalan Kramat 17, Jakarta dengan Soeri – ketua VIJ (Voetbalbond Indonesische Jakarta) bersama dengan pengurus lainnya, dimatangkanlah gagasan perlunya dibentuk sebuah organisasi persepakbolaan kebangsaan, yang selanjutnya di lakukan juga pematangan gagasan tersebut di kota Bandung, Yogya dan Solo yang dilakukan dengan tokoh pergerakan nasional seperti Daslam Hadiwasito, Amir Notopratomo, A Hamid, Soekarno (bukan Bung Karno), dan lain – lain. Sementara dengan kota lainnya dilakukan kontak pribadi atau kurir seperti dengan Soediro di Magelang (Ketua Asosiasi Muda).

Kemudian pada tanggal 19 April 1930, berkumpullah wakil – wakil dari VIJ (Sjamsoedin – mahasiswa RHS); wakil Bandoengsche Indonesische Voetbal Bond (BIVB) Gatot; Persatuan Sepakbola Mataram (PSM) Yogyakarta, Daslam Hadiwasito, A.Hamid, M. Amir Notopratomo; Vortenlandsche Voetbal Bond (VVB) Solo Soekarno; Madioensche Voetbal Bond (MVB), Kartodarmoedjo; Indonesische Voetbal Bond Magelang (IVBM) E.A Mangindaan (saat itu masih menjadi siswa HKS/Sekolah Guru, juga Kapten Kes.IVBM) Soerabajashe Indonesische Voetbal Bond (SIVB) diwakili Pamoedji. Dari pertemuan tersebut maka, lahirlah PSSI (Persatoean Sepakraga Seloeroeh Indonesia) nama PSSI ini diubah dalam kongres PSSI di Solo 1950 menjadi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia yang juga menetapkan Ir. Soeratin sebagai Ketua Umum PSSI.

Begitu PSSI terbentuk, Soeratin dkk segera menyusun program yang pada dasarnya “menentang” berbagai kebijakan yang diambil pemerintah Belanda melalui NIVB. PSSI melahirkan “stridij program” yakni program perjuangan seperti yang dilakukan oleh partai dan organisasi massa yang telah ada. Kepada setiap bonden/perserikatan diwajibkan melakukan kompetisi internal untuk strata I dan II, selanjutnya di tingkatkan ke kejuaraan antar perserikatan yang disebut “Steden Tournooi” dimulai pada tahun 1931 di Surakarta .

Kegiatan sepakbola kebangsaan yang digerakkan PSSI , kemudian menggugah Susuhunan Paku Buwono X, setelah kenyataan semakin banyaknya rakyat pesepakbola di jalan – jalan atau tempat – tempat dan di alun – alun, di mana Kompetisi I perserikatan diadakan. Paku Buwono X kemudian mendirikan stadion Sriwedari lengkap dengan lampu, sebagai apresiasi terhadap kebangkitan “Sepakbola Kebangsaan” yang digerakkan PSSI. Stadion itu diresmikan Oktober 1933. Dengan adanya stadion Sriwedari ini kegiatan persepakbolaan semakin gencar.

Stadion Sriwedari

Lebih jauh Soeratin mendorong pula pembentukan badan olahraga nasional, agar kekuatan olahraga pribumi semakin kokoh melawan dominasi Belanda. Tahun 1938 berdirilah ISI (Ikatan Sport Indonesia), yang kemudian menyelenggarakan Pekan Olahraga (15-22 Oktober 1938) di Solo.

Karena kekuatan dan kesatuan PSSI yang kian lama kian bertambah akhirnya NIVB pada tahun 1936 berubah menjadi NIVU (Nederlandsh Indische Voetbal Unie) dan mulailah dirintis kerjasama dengan PSSI. Sebagai tahap awal NIVU mendatangkan tim dari Austria “Winner Sport Club “ pada tahun 1936.

Pada tahun 1938 atas nama Dutch East Indies, NIVU mengirimkan timnya ke Piala Dunia 1938, namun para pemainnya bukanlah berasal dari PSSI melainkan dari NIVU walaupun terdapat 9 orang pemain pribumi / Tionghoa. Hal tersebut sebagai aksi protes Soeratin, karena beliau menginginkan adanya pertandingan antara tim NIVU dan PSSI terlebih dahulu sesuai dengan perjanjian kerjasama antara mereka, yakni perjanjian kerjasama yang disebut “Gentelemen’s Agreement” yang ditandatangani oleh Soeratin (PSSI) dan Masterbroek (NIVU) pada 5 Januari 1937 di Jogyakarta. Selain itu, Soeratin juga tidak menghendaki bendera yang dipakai adalah bendera NIVU (Belanda). Dalam kongres PSSI 1938 di Solo, Soeratin membatalkan secara sepihak Perjanjian dengan NIVU tersebut.

Soeratin mengakhiri tugasnya di PSSI sejak tahun 1942, setelah sempat menjadi ketua kehormatan antara tahun 1940 – 1941, dan terpilih kembali di tahun 1942.

M asuknya balatentara Jepang ke Indonesia menyebabkan PSSI pasif dalam berkompetisi, karena Jepang memasukkan PSSI sebagai bagian dari Tai Iku Kai, yakni badan keolahragaan bikinan Jepang, kemudian masuk pula menjadi bagian dari Gelora (1944) dan baru lepas otonom kembali dalam kongres PORI III di Yogyakarta (1949).

Perkembangan PSSI 
Pasca Soeratin ajang sepakbola nasional ini terus berkembang walaupun perkembangan dunia persepakbolaan Indonesia ini mengalami pasang surut dalam kualitas pemain, kompetisi dan organisasinya. Akan tetapi olahraga yang dapat diterima di semua lapisan masyarakat ini tetap bertahan apapun kondisinya. PSSI sebagai induk dari sepakbola nasional ini memang telah berupaya membina timnas dengan baik, menghabiskan dana milyaran rupiah, walaupun hasil yang diperoleh masih kurang menggembirakan.

Hal ini disebabkan pada cara pandang yang keliru. Untuk mengangkat prestasi Timnas, tidak cukup hanya membina Timnas itu sendiri, melainkan juga dua sektor penting lainnya yaitu kompetisi dan organisasi, sementara tanpa disadari kompetisi nasional kita telah tertinggal.

Padahal di era sebelum tahun 70-an, banyak pemain Indonesia yang bisa bersaing di tingkat internasional sebut saja era Ramang dan Tan Liong Houw, kemudian era Sucipto Suntoro dan belakangan era Ronny Pattinasarani.

Dalam perkembangannya PSSI sekarang ini telah memperluas jenis kompetisi dan pertandingan yang dinaunginya. Kompetisi yang diselenggarakan oleh PSSI di dalam negeri ini terdiri dari :
·         Divisi utama yang diikuti oleh klub sepakbola dengan pemain yang berstatus non amatir.
·         Divisi satu yang diikuti oleh klub sepakbola dengan pemain yang berstatus non amatir.
·         Divisi dua yang diikuti oleh klub sepakbola dengan pemain yang berstatus non amatir.
·         Divisi tiga yang diikuti oleh klub sepakbola dengan pemain yang berstatus amatir.
·         Kelompok umur yang diikuti oleh klub sepakbola dengan pemain:
·         Dibawah usia 15 tahun (U-15)
·         Dibawah usia 17 tahun (U-170)
·         Dibawah Usia 19 tahun (U-19)
·         Dibawah usia 23 tahun (U-23)
·         Sepakbola Wanita
·         Futsal.

PSSI pun mewadahi pertandingan – pertandingan yang terdiri dari pertandingan di dalam negeri yang diselenggarakan oleh pihak perkumpulan atau klub sepakbola, pengurus cabang, pengurus daerah yang dituangkan dalam kalender kegiatan tahunan PSSI sesuai dengan program yang disusun oleh PSSI. Pertandingan di dalam negeri yang diselenggarakan oleh pihak ketiga yang mendapat izin dari PSSI. Pertandingan dalam rangka Pekan Olahraga Daerah (PORDA) dan pekan Olah Raga Nasional (PON). Pertandingan – pertandingan lainnya yang mengikutsertakan peserta dari luar negeri atau atas undangan dari luar negeri dengan ijin PSSI.

Kepengurusan PSSI pun telah sampai ke pengurusan di tingkat daerah – daerah di seluruh Indonesia . Hal ini membuat Sepakbola semakin menjadi olahraga dari rakyat dan untuk rakyat.

Dalam perkembangannya PSSI telah menjadi anggota FIFA sejak tanggal 1 November 1952 pada saat congress FIFA di Helsinki. Setelah diterima menjadi anggota FIFA, selanjutnya PSSI diterima pula menjadi anggota AFC (Asian Football Confederation) tahun 1952, bahkan menjadi pelopor pula pembentukan AFF (Asean Football Federation) di zaman kepengurusan Kardono, sehingga Kardono sempat menjadi wakil presiden AFF untuk selanjutnya Ketua Kehormatan.

Kardono

Lebih dari itu PSSI tahun 1953 memantapkan posisinya sebagai organisasi yang berbadan hukum dengan mendaftarkan ke Departement Kehakiman dan mendapat pengesahan melalui SKep Menkeh R.I No. J.A.5/11/6, tanggal 2 Februari 1953, tambahan berita Negara R.I tanggal 3 Maret 1953, no 18. Berarti PSSI adalah satu – satunya induk organisasi olahraga yang terdaftar dalam berita Negara sejak 8 tahun setelah Indonesia merdeka.

SEJARAH BERDIRINYA ARSENAL



Arsenal didirikan di daerah Woolwich, bagian tenggara kota London pada 1886 dengan nama Dial Square, lalu dengan cepat berganti nama menjadi Royal Arsenal. Tahun 1891 nama mereka diganti menjadi Woolwich Arsenal. Pada tahun 1913, klub ini pindah ke wilayah utara, tepatnya di daerah Highbury dan membangun Stadion Highbury, yang menjadi markas baru mereka. Saat pindah lokasi itulah, nama depan klub mereka, yaitu Woolwich dihapus sehingga hanya nama Arsenal yang tersisa. Selain itu karena lokasi stadion Arsenal dekat dengan markas Tottenham Hotspur, maka tak heran jika pertandingan Arsenal vs Tottenham Hotspur disebut "North London derby" dan merupakan salah satu derby terpanas di London.


Kejayaan Arsenal di persepak bolaan Inggris pertama kali diawali oleh pelatih Herbert Chapman yang melatih pada rentang tahun 1925-35 dan berhasil menjuarai beberapa kompetisi domestik Inggris (Piala FA, titel Liga Utama, dan Charity Shield) sekaligus mendominasinya dan menjadikan Arsenal sebagai kekuatan paling dominan di Inggris saat itu. Pada rentang 1940an-1960an, Arsenal hanya dapat menambah sedikit koleksi gelar domestiknya. Pada awal 1970an, Arsenal berhasil prestasi terbaik Arsenal di Eropa pertama kali yang terjadi pada musim 1969-70, di ajang Fairs Cup (pendahulu dari Piala UEFA).


Arsenal menjadi juara untuk pertama kalinya dan sekaligus terakhir di ajang Fairs Cup (Fairs Cup diganti Piala UEFA sejak musim 1971-72) setelah berhasil mengalahkan klub R.S.C. Anderlecht dengan agregat 4-3 (dengan sistem home and away) Saat itu, klub ini dilatih oleh Bertie Mee. Sepanjang tahun 1980an, Arsenal berhasil menambah koleksi Arsenal dengan beberapa gelar domestik, tapi tidak dengan gelar dari kompetisi Eropa.

Di tahun 1991, Arsenal menjadi juara bersama dengan Tottenham di Community Shield setelah hasil kedudukan imbang 0-0 (saat itu, jika kedudukan seri maka kedua tim dianggap juara) . Puasa Arsenal akan gelar dari kompetisi Eropa akhirnya hilang setelah pada musim 1993-94, ditangan pelatih George Graham, Arsenal kembali juara di kancah Eropa, tepatnya di ajang Piala Winners setelah mengalahkan klub Parma FC dengan skor 1-0. Pada musim berikutnya, Arsenal kembali berhasil ke final di ajang yang sama, tapi kali ini mereka dikalahkan oleh Real Zaragoza dengan skor 2-1.

Kedatangan pelatih Arsène Wenger ke Arsenal pada tahun 1996 berhasil membuat Arsenal kembali berjaya dan berhasil merusak dominasi Manchester United di Liga Utama Inggris pada saat itu. Arsenal pun dibawanya berhasil menjadi runner-up di ajang Piala UEFA pada tahun 2000 setelah melawan Galatasaray lewat adu penalti 4-1 setelah kedudukan imbang. Pada musim 2003-04 hingga awal musim 2004-05, Arsenal berhasil mencetak rekor 49 pertandingan tak terkalahkan dan mematahkan rekor milik Nottingham Forest F.C. (42 kali) yang merupakan rekor tak terkalahkan terpanjang di dalam sejarah sepak bola Inggris. Pada musim 2005-06, Arsenal kembali meraih prestasi di kancah Eropa dengan menjadi finalis Liga Champions setelah dikalahkan FC Barcelona 2-1 di Stade de France, Paris.

Arsène Wenger

Arsenal di masa kepelatihan Wenger mempunyai kebijakan yang bagus dalam pembinaan pemain-pemain muda yang tadinya tidak berkualitas maupun pemain berkualitas tapi kurang dikenal menjadi pemain yang mampu menunjukan telenta-talenta yang sangat luar biasa sekaligus diincar klub papan atas Eropa. Selain itu, Arsenal mempunyai kebijakan pemberian kontrak pada pemain yang telah berumur 30 tahun keatas, yaitu tidak lebih dari satu musim saja.

Pada  Desember 2011 Arsenal merayakan ulang tahun yang ke 125 tahun semenjak klub itu berdiri pada tahun 1886. Perayaan tersebut dengan peresmian patung tiga legenda Arsenal yaitu Herbert Chapman,Tony Adams dan Thiery Henry. Perubahan juga terjadi dibagian logo klub London tersebut dengan penambahan kata Foward dan daun oak. Arsenal sendiri pada ulang tahun tersebut mengakhiri posisi di liga inggris diurutan ketiga dan strikernya Robin van Persie menjadi top skorenya.

10 FAKTA UNIK ARSENAL


1.      Gerrit Keyser, kiper belanda yang menjadi pemain non-british pertama di Arsenal,dijuluki The flying dutchman karena selalu terbang dari london ke Amsterdam setiap setelah membela Arsenal pada sabtu agar bisa membela tim reserve Ajax pada hari berikutnya.
2.      Penentuan baju lengan panjang atau pendek untuk sebuah pertandingan selalu ditentukan oleh kapten tim.Sejak era Herbert Chapman,Arsenal diwajibkan tampil dengan keseragaman.Tak boleh ada yang memakai lengan panjang jika pemain lain berkostum lengan pendek.
3.      Dennis Berkamp dan Ian wright pertama kali bertemu secara tak sengaja distasiun pengisian bahan bakar M25.Ketika itu,Berkamp baru tiba dari belanda untuk menjalani tes kesehatan sebelum menandatangani kontrak dengan Arsenal. Ada insiden kecil yang terjadi saat itu.Berkamp dimarahi wright karena salah jalan.akhirnya menjadi alasan Wright selalu memeluk erat berkamp saat merayakan gol.
4.      Kostum merah dengan kombinasi putih pertama kali digunakan pada laga versus Liverpool, 4 maret 1933. Saat itu,arsenal kalah 0-1 namun kemudian justru menjadi juara liga inggris.
5.      Fred Breardsley harus bolak balik London-Nottingham karena harus membela Arsenal dan Nottingham forest. Itu terjadi sebagai kompensasi bantuan Nottingham yang memberikan sejumlah bola dan kostum bekas saat Arsenal berdiri.
6.      Herbert Chapman memperkenalkan penggunaan nomor punggung saat Arsenal bertandang ke kandang Shefirld Wednesday pada 25 agustus 1928. Meski kemudian dilarang FA, Chapman tetap menerapkan hal itudi tim reserve.FA akhirnya mengesahkan penggunaan nomor punggung pada 1938.
7.      Arsenal adalah satu-satunya tim yang namanya digunakan sebagai nama stasiun subway.Itu juga tak lepas dari lobi chapman yang mempengaruhi para pajabat setempat untuk mengubah Gillespie Road tube stasiun jadi Arsenal tube stasion.
8.      Sejak era chapman pula Arsenal memiliki tradisi unik. Pada setiap laga kandang , mereka memasang karangan bunga dengan warna sesuai tim tamu di boardroom dan lobi ruang VIP stadion.
9.      Saat chapman meninggal dunia pada 1934, Arsenal mendapat 200 berkas lamaran. Salah satunya dari seorang wanita. Satu lagi dari orang Wales yang mengaku bisa berlari satu mil dalam tempo 3,5 menit dan siap bermain sebagai player dan manager.
10.  Arsenal menyumbang tujuh pemain ke timnas inggris pada laga persahabatan versus italia di stadion wembley,14 november 1934. Mereka adalah frank moss,george male,eddie hapgood,wiff copping,ray bowden,ted drake,dan cliff bastin. Selain itu,tom whittaker juga masuk staf pelatih.

SEJARAH BERDIRINYA MOHUN BAGAN AC



Kamis, 15 Agustus 1889. Sebuah tonggak sejarah tercipta hari itu di villa milik Keluarga Mitra di Kalkuta. Di sanalah secara resmi didirikan sebuah klub olahraga bernama Mohun Bahan Athletic Club. Meski berdiri sebagai klub olahraga secara umum, olahraga yang pertama kali dimainkan adalah sepak bola. Fakta itu membuat Mohun Bagan tercatat sebagai klub sepak bola pertama di Asia.

Kiprah klub ini mulai mencuat tatkala berhasil menjuarai Piala Indian Football Association (IFA) Shield pada 29 Juli 1911 dengan mengalahkan Resimen East Yorkshire di final. Itu adalah kemenangan pertama klub India atas klub asing. Hari kemenangan itu lantas ditetapkan sebagai hari besar klub dengan Mohun Bagan Day. Setiap tahun selalu diadakan perayaan yang diwarnai pemberian penghargaan Mohun Bagan Ratna kepada para pemain legendaris klub itu.


Hingga kini, Mohun Bagan tercatat sebagai klub India dengan jumlah suporter terbesar, diperkirakan berkisar 70 juta orang. Dari sisi prestasi, klub ini tercatat sebagai klub India yang mengoleksi paling banyak kemenangan di ajang Liga Champions Asia.

Sebagai klub kebanggaan nasional, pemerintah India sampai sudi membuatkan perangko khusus seri Mohun Bagan centenary pada tahun 1989. Itu menjadikan Mohun Bagan sebagai satu-satunya klub yang dibuatkan perangko khusus oleh pemerintah.

Perangko Mohun Bagan

Uniknya,  klub ini punya dua markas. Jika berlaga di Premier League IFA-Kalkuta, mereka menggunakan Stadion Mohun Bagan Ground. Sementara jika berlaga di kancah Premier League NFL, Stadion Salt Lake yang menjadi pilihan.

SEJARAH ISTILAH "SOCCER"



Darimana asal mula istilah "Soccer"? Mengapa akhirnya ada yang menggunakan istilah "Soccer" atau "Football" untuk menyebut sepak bola? Sosok pria ini mungkin merupakan yang paling bertanggung jawab atas hal ini.
Pada 9 Oktober 1866, Charles Wreford-Brown dilahirkan di Bristol. Kendati dua kali mengapteni timnas Inggris, dia lebih dikenal akan warisan abadi atas penemuan istilah "Soccer" yang mengacu pada sepak bola.
Asosiasi sepak bola Inggris sendiri terbentuk pada 1863 dan dengan cepat membuat sejumlah regulasi permainan. Kala itu, sepak bola disebut association football untuk membedakan olahraga itu dari sepak bola jenis lainnya, seperti rugby.

Menurut legenda, Wreford-Brown adalah seorang pelajar di Oxord ketika diajak oleh teman-temannya bermain rugby. Saat itu, rugby disebut "rugger". Wreford-Brown muda cuma merespon kalau dia lebih memilih bermain "Soccer". Itulah cikal-bakal istilah tersebut. Imbuhan "-er" sendiri saat itu merupakan singkatan Oxford untuk mengganti kata asosiasi.
Kecintaan Wreford-Brown terhadap olahraga membuatnya bermain bagi Inggris. Dia menjadi kapten tim sebanyak dua kali pada 1894 dan 1895, keduanya melawan Wales. Setelah itu, dia kemudian mengambil peran sebagai legislatif di sepak bola yang mewakili Old Carthusians dan kemudian Oxford di dalam FA. Dia juga menduduki jabatan komite seleksi timnas Inggris.
Kata "Soccer" sendiri terus digunakan di Inggris pada abad ke-19, kala itu masyarakat dari kelas rendah lebih dilibatkan dalam pertandingan. Kata "Soccer" kemudian terus digunakan mendunia. Namun, pada akhirnya, masyarakat Inggris lebih banyak menyebut sepak bola dengan "football", sementara "Soccer" tetap digunakan di Australia, Canada, Selandia Baru, dan Amerika Serikat (duniasoccer)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pencarian

Translate