Sporty Magazine official website | Members area : Register | Sign in

ARSIP

ASAL USUL DAN SEJARAH OFFSIDE

Selasa, 09 Oktober 2012



Setiap penggemar sepakbola pasti tahu aturan offside, meski menjelaskannya dengan kata-kata terkadang susah dan menjengkelkan. Namun tahukah anda, sistem perangkap bertahan ini juga memiliki sejarah yang menarik.
Asal-Usul Istilah 'offside'
Istilah 'offside' diambil dari dunia militer. Dalam militer dikenal istilah 'off the strenght of his side', yang berarti status bebas tugas. Ketika seorang tentara dibebastugaskan, dia tidak akan mendapat keistimewaan dan gaji seperti biasanya.
Prinsip tersebut digunakan dalam sepakbola. Ketika seorang pemain berada dalam posisi offside, berarti dia dibebastugaskan alias terlepas dari permainan. Dalam hal ini, yang terjadi adalah sebuah pelanggaran.
Sejarah Aturan Offside
Catatan sejarah menunjukkan, Inggris telah menerapkan aturan offside sejak tahun 1800an. Peraturan ini diadopsi dari olahraga rugby yang juga cukup populer di sana. Konsepnya sama, melarang seorang pemain hanya diam menunggu umpan di depan gawang musuh.

Peraturan offside pertama kali diperkenalkan oleh sebuah klub profesional pada tahun 1985. Klub tersebut adalah Sheffield FC. Sheffield membuat aturan yang melarang seorang penyerang berdiri di dekat gawang lawan. Jika penyerang tersebut menerima umpan dari temannya, maka dia berada dalam posisi offside.
Namun pada masa itu peraturan ini masih bias dan kurang jelas.
Aturan 'Tiga Pemain Belakang'
Muncul banyak perbedaan pendapat tentang aturan offside. Hingga akhirnya Universitas Cambridge mencoba menyatukan berbagai versi dalam sebuah rumusan peraturan baku. Aturan baku ini diterima dan menjadi pegangan pada masa itu.
Aturannya cukup unik dan dikenal sebagai peraturan "tiga pemain belakang". Dalam peraturan ini seorang penyerang sudah dinyatakan offside meskipun di depannya masih ada tiga pemain belakang lawan, termasuk kiper. 
Aturan 'Dua Pemain Belakang'
Ketika FIFA mulai didirikan pada tahun 1904, seluruh peraturan sepakbola termasuk offside mulai dipikirkan secara serius. Asosiasi sepakbola Skotlandia mengusulkan untuk mengganti aturan "tiga pemain belakang" dengan hanya dua pemain belakang.
Seorang penyerang dikatakan offside jika hanya ada dua pemain belakang lawan yang berdiri di antara dia dan gawang musuh. Normalnya dalam situasi standard, dua pemain belakang itu adalah seorang kiper plus satu orang bek.
Perubahan peraturan ini diberlakukan sejak tahun 1925, dan menghasilkan permainan yang lebih atraktif. Karena peluang terjadinya offside lebih kecil, gol yang tercipta pun menjadi lebih banyak.

Dampak aturan Offside
Peraturan offside telah memicu terjadinya perubahan pola dan gaya permainan. Setiap pelatih dipaksa berpikir keras untuk menaklukkan aturan offside dalam menyerang dan menjadikannya sebuah perangkap jitu dalam pertahanan.
Agak lucu jika mengingat pada masa itu pola 2-3-5 menjadi sangat populer. Posisi sweeper pun kemudian dimunculkan untuk menghalau umpan-umpan terobosan lawan yang berpotensi lolos dari jebakan offside.
Aturan 'Satu Pemain Belakang'
Pada tahun 1990, peraturan offside kembali direvisi. Seorang penyerang dikatakan dalam posisi offside, jika pada saat menerima umpan hanya tinggal satu pemain belakang lawan di depannya. Dalam situasi normal, pemain belakang itu adalah kiper.
Aturan ini mulai diterapkan pada Piala Dunia 1990 di Italia.
Aturan 'Tidak Terlibat Aktif dalam Permainan'
Pada tahun 2003, FIFA membuat tambahan peraturan tentang offside yang lebih lunak. Ketika seorang penyerang berada dalam posisi offside, dia bisa dinyatakan tidak offside. Syaratnya, pemain tersebut tidak terlibat aktif dalam permainan. Revisi ini telah menyempurnakan aturan offside, namun di sisi lain juga menimbulkan kontroversi. Perbedaam persepsi antara wasit dan pemain seringkali menjadi pemicu masalah.

KEJUTAN DARI SUPIR DAN PEDAGANG



Sebuah kenangan indah diukir Kepulauan Faroe di laga perdana internasional pada 12 September 1990. Pada kualifikasi Piala Eropa 1992 itu, Faroe berhasil menundukkan Austria dengan skor 1-0.
Padahal beberapa bulan sebelumnya, Austria hampir saja masuk ke babak 16-besar Piala Dunia 1990 di Italia. Hebatnya lagi, Kepulauan Faroe maju ke level internasional dengan modal minim. Sebab, mereka sama sekali tak memiliki fasilitas lapangan rumput. Alhasil, meski berstatus tuan rumah, laga itu terpaksa diadakan di Stadion Landskrona, Swedia.
Tak hanya minim fasilitas, hampir semua pemain timnas Kep. Faroe tak berstatus pemain profesional. Ini dikarenakan jumlah penduduk mereka yang tak mencapai 50 ribu jiwa. Para pemain Faroe pun berasal dari berbagai golongan pekerja kasar kerah biru.
Ada yang berprofesi sebagai tukang pos, pegawai bank, tukang pembuat roti, tenaga mekanik, bahkan hingga supir truk. Kiper Faroe saat itu misalnya, Jens Martin Knudsen merupakan sopir forklift paruh waktu di sebuah perusahaan pengolahan ikan.
Wajar apabila skuad Faroe gugup jelang pertandingan. Ditambah lagi, Austria juga kala itu berkoar-koar yakin menang dengan selisih 10 gol. Alhasil, Kepulauan Faroe cuma menargetkan tak kalah lebih dari 10 gol sebagai ukuran kesuksesan mereka.
Namun, bukan berarti semangat mereka langsung surut. Latihan keras telah dilakukan. Kapten tim pun sempat merekam lagu yel-yel sepak bola dalam bahasa Faroe. Lagu itu menjadi populer di negaranya.
Keajaiban terjadi. Austria justru kesulitan mencetak gol dalam laga tersebut meski diperkuat pemain legendarisnya, Anton Polster. Kiper Knudsen menggagalkan semua peluang Austria.
Performa apik sang kiper melahirkan motivasi tersendiri bagi rekan-rekannya. Mereka tampil penuh percaya diri. Hasilnya, Torkil Nielsen yang berprofesi sebagai pedagang kayu berhasil mencetak gol ke gawang Austria pada menit ke-61. Skor 1-0 bagi Faroe.
Ketika peluit tanda akhir pertandingan berbunyi, kegembiraan warga Kep. Faroe pun meluap. Sekadar info, timnas Kepulauan Faroe memang sudah terbentuk sejak 1930, tapi baru bergabung dengan FIFA dan UEFA pada 1988. Laga kontra Austria ini menjadi laga perdana mereka dalam turnamen resmi. Kemenangan dalam laga itu pun disyukuri bak memenangi kompetisi dunia (duniasoccer.com)

SEJARAH SEPAKBOLA WANITA



Sepak bola wanita sudah mulai memperjuangkan keberadaannya sejak 1917. Saat itu di Inggris, terbentuk sebuah tim sepak bola wanita yang dinamai The Dick, Kerr's Ladies. Pada 24 September 1922, dalam turnya ke Amerika Utara, mereka dikalahkan 3-6 oleh Paterson FC.
Namun, kekalahan itu bukanlah noda buat mereka. Sebab, saat itu lawan yang dihadapi merupakan tim yang terdiri dari para pria.
The Ladies sendiri merupakan para wanita pekerja dari sebuah prabik amunisi, Dick, Kerr & Co., yang berlokasi di preston, Lancashire. Mereka membentuk sebuah tim dan terus berkembang.
Sayang, FA Inggris saat itu justru melihat para wanita itu sebagai ancaman terhadap pertandingan tim laki-laki. Alhasil, pada 1921 mereka pun mendapat larangan tak boleh bermain di lapangan yang digunakan untuk liga pria.
Hal ini sama sekali tak menyurutkan semangat para wanita itu. Atas dasar kecintaannya terhadap sepak bola, mereka terus bermain di lapangan non-liga. Sampai pada akhirnya, pada 1922 The Dick, Kerr's Ladies diundang untuk menjalani tur lintas benua.


Tur itu dijadwalkan dimulai di Kanada Tapi, saat tiba pada 22 September, mereka justru diberitahu tak lagi diinginkan di Kanada. Lalu, mereka pun melintas ke Amerika Serikat dan melanjutkan perjalanan ke New Jersey. Di sana, mereka harus menghadapi Paterson FC pada 24 September.
Paterson FC sendiri adalah klub sepak bola pria. Klub itu telah memenangi gelar National Association Football League pada 1917. Tentu bisa dibayangkan, bagaimana tim hebat pria itu bakal dengan mudahnya mengatasi tim yang berisikan perempuan.
Akan tetapi, toh segalanya tak berjalan mudah bagi Paterson. Pada laga pembuka itu, Paterson memang menang dengan skor 6-3. Tapi, tiga gol milik The Ladies merupakan bukti kalau mereka juga lihai mengolah si kulit bundar.
Lagipula, kekalahan itu cuma satu dari dua kekalahan yang diderita The Dick, Kerr's Ladies dalam delapan laga yang mereka lakoni di Amerika Serikat, semuanya melawan tim-tim pria yang saat itu terbilang memiliki kualitas mumpuni. Lawan-lawan The Ladies adalah sejumlah tim sepak bola pria yang saat itu amat disegani.


The Ladies juga kalah dari New York Centro-Hispano. Kendati demikian, mereka menang atas The New Bedford Whalers, The New York FC, The Baltimore Soccer Club, dan imbang dengan J&P Coats, Washington Stars, serta The Fall River Marksmen.
Bahkan, diceritakan This Day in Football History , setelah laga melawan Fall River Marksmen, sebuah surat kabar lokal di Amerika menuliskan, "Skor tak menggambarkan bagaimana para wanita asal Inggris itu bisa dengan begitu baik bermain bagi pertandingan nasional di negaranya. Tak ada fans yang menyaksikan laga itu bisa menuturkan dengan jelas bagaimana ahlinya para turis wanita untuk menjadi lawan dari tim pria terbaik di negara ini." 

KEKALAHAN TERBESAR BRAZIL

Senin, 08 Oktober 2012



Pada 18 September 1920, Uruguay berhasil mengalahkan Brasil 6-0 pada ajang South American Championship (sekarang dikenal dengan nama Copa America). Skor ini menjadi kekalahan terburuk Brasil sepanjang masa.
Margin gol ini memang mengejutkan. Kendati demikian, kedua tim memang memiliki sejarah di turnamen tersebut. Uruguay memenangi dua kompetisi pertama yang digelar 1916 dan 1917. Sementara, Brasil berhasil mengklaim gelar dalam ketiga kalinya penyelenggaraan turnamen tersebut (1919). Uniknya, gelar tersebut mereka sabet setelah mengalahkan Uruguay lewat play-off sebanyak empat periode ekstra.

Pada edisi 1920 yang digelar di Cile, Brasil sebenarnya menang 1-0 atas Cile dan Uruguay hanya bermain imbang 1-1 pada laga pertama sebelum saling menghadapi pada 18 September 1920. Dengan tekad untuk merebut kembali gelar ini, Uruguay langsung tancap gas sejak awal. Tak tanggung-tanggung, mencetak tiga gol dalam rentang sekitar enam menit!
Gol pertama dicetak oleh Angel Romano pada menit ke-23. Disusul, gol lewat titik putih pada menit ke-26 oleh Antonio Urdinaran dan gol dari Jose Perez pada menit ke-29. Babak pertama pun berakhir 3-0 bagi Uruguay.
Babak kedua tak membaik buat Tim Samba. Pasalnya, Uruguay berhasil mencetak tiga gol tambahan. Gol keempat dicetak Antonio Campolo (48'), sedangkan Romano dan Perez membubuhkan gol keduanya masing-masing pada menit ke-60 dan ke-65.
Turnamen ini rupanya memang tak berpihak kepada Brasil. Pasalnya, mereka kembali kalah pada laga terkahir melawan Argentina, kali ini dengan skor 0-2. Sementara, Uruguay memastikan tampil sebagai juara usai mengalahkan tim tuan rumah dengan skor 2-1 pada laga terakhir.

Angel Romano

Pemain Uruguay, Angel Romano menjadi top skorer pada turnamen tahun itu, bersama dengan rekan setimnya, Jose Perez, yang juga mencetak tiga gol. Prestasi Romano ini mengulang catatan serupa pada 1917. Saat itu, Romano mencetak empat gol untuk memastikan diri menjadi top skorer.


SEJARAH BERDIRINYA MUTV



Pernah berpikir bahwa siaran sepak bola sudah terlalu banyak di televisi? Sepertinya tidak. Alasan ini juga yang mungkin menjadi dasar pemikiran Manchester United pada 30 September 1997, bekerjasama dengan Granada dan BSkyB untuk membuat MUTV, saluran di mana fans Man. United akan terpenuhi semua kebutuhan televisual mereka. Meski siaran pertama MUTV baru dimulai pada 10 September setahun berikutnya.

MUTV menawarkan pelipur lara bagi fans yang tidak bisa hidup tanpa menonton reserves team, youth team dan hampir setiap jenis lain dari Manchester United terkait pertandingan setiap pekan. Sadar penonton MUTV didominasi fans Setan Merah, komentar pun sedikit bias untuk memberi analisis tidak seimbang.

Namun, untuk mesin propaganda klub, MUTV telah memiliki bagian yang adil dari kontroversi selama bertahun-tahun. Dan tidak mengherankan MUTV menjadi saluran paling eksplosif saat memberitakan konflik Roy Keane tertentu dengan klub. MUTV juga mempercepat kepergian Keano dari klub, karena mengaku dalam sambungan telepon, dia "siap untuk bermain di tempat lain" saat kontraknya berakhir pada akhir musim.

Sementara itu, Manajer Sir Alex Ferguson mungkin bukan penggemar terbesar MUTV, karena ia telah berhenti memberi wawancara pasca pertandingan. Dalam hal pemasaukan, MUTV memberi cukup keuntungan buat klub. Hal ini pun mebuat klub lain seperti Liverpool, Chelsea dan dua tim asal Skotlandia, Rangers serta celtic mulai mengikuti jejaknya. (ds)

SEJARAH SEPAK BOLA MASUK TELEVISI

Jumat, 05 Oktober 2012



Sepak bola dan televisi saat ini diakui punya ikatan kuat. Sepak bola diakui berpengaruh kuat terhadap perkembangan dunia pertelevisian yang baru muncul pada 1926 via penemuan spektakular John Logie Baird. Sebaliknya, televisi juga punya kontribusi besar dalam mengembangkan sepak bola profesional.

Lalu, kapan sebenarnya perpaduan sepak bola dan televisi terjadi? Itu berlangsung pada 16 September 1937. Saat itu, stadion televisi BBC melakukan eksperimen siaran sebagian laga Arsenal menghadapi tim reserve-nya. Partai itu semua hanya sebuah laga uji coba yang dirancang secara khusus.

Squads Arsenal Bercengkrama dengan Kamera

Selanjutnya, BBC melakukan langkah lanjutan dengan menyiarkan partai internasional pertama antara Inggris dan Skotlandia pada 9 April 1938. Toh, tonggak yang sebenarnya tentulah ketika mereka menyiarkan secara penuh partai final Piala FA 1937-38 yang mempertemukan Preston North End dengan Huddersfield Town. Saat itu, tak kurang dari 10 ribu orang pemilik televisi di Inggris menyaksikan partai tersebut via layar kaca.

Perkembangan selanjutnya, televisi menjadi berwarna di Piala Dunia 1954. Pada gelaran di Swiss itu, untuk pertama kalinya partai Piala Dunia bisa disaksikan via televisi di rumah-rumah warga. Sayang, masih minimnya pemilik pesawat televisi membuat siaran seperti ini tidak mampu mengalahkan siaran via radio. Empat tahun kemudian, partai-partai Piala Dunia disiarkan secara langsung ke banyak Negara.

Setelah itu, seiring mulai memasyarakatnya pesawat televisi, pihak pengelola liga di berbagai Negara pun menggandeng televisi dalam upaya memopularkan olahraga yang satu ini. Bahkan di Inggris, terobosan terjadi pada 1992 ketika Sky TV setuju membeli hak siar Premier League dengan harga 304 juta pounds untuk masa lima tahun.
Logo Sky TV

Kini, hak siar televisi untuk Premier League makin meningkat lagi. Di liga lain pun hak siar televisi menjadi isu krusial dan rebutan banyak televisi. Ini menjadi bukti makin eratnya hubungan sepak bola dengan televisi. Hubungan yang belum terbayangkan kala Arsenal menghadapi tim reserve-nya hamper tujuh dekade silam.

SEJARAH BERDIRINYA GUADALAJARA



Guadalajara adalah kota terbesar kedua di Meksiko dengan populasi 3 juta jiwa. Sebagai kota di Meksiko, Guadalajara tak lepas dari kebudayaan dan bahasa Spanyol yang pernah lama menjajah mereka. Di sepak bola, peran Spanyol justru kecil.

Klub ini pertama kali didirikan pada tanggal 8 Mei 1906 oleh orang Belgia, Edgar Everaert dengan nama Club Union. Karena Everaert juga penggemar Club Brugger di Belgia, maka seragam Club Union pun dibuat sama. Yakni, setrip merah-putih.

Edgar Everaert

Baru pada tahun 1908, nama klub diganti menjadi Guadalajara, sesuai nama kota tempat pendiriannya. Alasannya Guadalajara ternyata memiliki arti yang bagus. Sebagai catatan, Guadalajara ternyata juga bukan dari bahasa Spanyol melainkan bahasa Arab yaitu wad al hidjara, yang artinya sungai di antara tebing-tebing.

Filosofi ini dianggap cocok dengan klub Guadalajara yang ingin mengalir menerjang tebing, demi meraih kebesaran. Anehnya, kehadirannya sempat menjadi olok-olok. Awalnya, Guadalajara sering diteriaki chivas (bahasa Spanyol yang artinya anak-anak, dan dalam bahasa prokem berarti segerombolan kambing).

Ejekan itu tak diambil hati. Bahkan kata chivas akhirnya malah dijadikan julukan yang dibanggakan. Sejak era persepakbolaan professional Meksiko pada tahun 1948, Guadalajara baru menemukan kebesarannya pada pertengahan tahun 1950-an. Gelar juara pertama disabet pada musim kompetisi 1956-57.

Guadalajara 1956-57

Sempat mengalami krisis keuangan pada awal tahun 1990-an, tapi kemudian diselamatkan oleh grub perusahaan Promotea di bawah Jorge Vergara. Sejak itu, Guadalajara kembali besar, bahkan menjadi salah satu klub terbesar di Meksiko selain Cruz Azul. Guadalajara telah menjuarai Liga Meksiko sebanyak 11 kali.

KLUB ULTRANASIONALIS
Guadalajara tidak seperti klub Meksiko lainnya. Klub ini memiliki nasionalistis yang sangat bangga terhadap Meksiko dan bertekad menjadi lokomotif kemajuan sepakbola negerinya.

Guadalajara ingin menjadi symbol kebanggaan dan kebesaran sepakbola Meksiko. Sebab itu, sejak lama tak pernah memakai pemain maupun pelatih asing. Jajaran pengurus pun orang Meksiko asli. Jika jaya, absahlah kebanggaan bahwa kejayaan itu murni dari hasil kerja keras anak-anak negeri sendiri.

Gaya sepak bola pun tak jauh beda yang enggan mengadopsi karakter negeri lain. Meksiko harus mempunyai cirri khas sepak bolanya sendiri dan harus sukses bersamanya. Itu yang ingin ditunjukkan Guadalajara.


Julukan Guadalajara Adalah chivas (Segerombolan Kambing)

Saking bangganya sebagai Meksiko asli, tim ini digelari Jemaah Suci (bahasa Spanyol: Rebano Sagrado) karena membawa misi-misi suci demi kebanggaan dan harga diri orang Meksiko. Sebab itu, seusai Guadalajara mengalahkan klub Meksiko lainnya, Pechucha, di babak 16 besar Piala Libertadores tahun 2005, harian Meksiko Ovacion menulis, “Bangga sebagai Meksiko.” Apalagi kemudian menghajar Boca Junior 4-0 pada Leg-1 Perempatfinalnya.

“Sangat membanggakan. Kami terdiri dari orang Meksiko asli dan mampu menunjukkan permainan hebat. Kami juga memainkan sepak bola kami sendiri,” ucap Galindo, pelatih Guadalajara saat itu.

Sikap ultranasionalistis dan antipemain asing itu bukan dominasi Galindo atau para pemain. Begitu juga fans dan pemilik klub, Jorge Vergara. Bahkan, Vergara berani mengecam beberapa klub Meksiko yang memakai pemain asing seperti Cruz Azul dan Pechucha. Menurutnya, mereka tidak memiliki kepercayaan diri yang cukup sebagai orang Meksiko.

Juara Liga Meksiko 2006

“Mereka lebih sebagai wakil Amerika daripada Meksiko. Sangat menyedihkan!” kecamnya. “Sangat memalukan jika klub Meksiko tak percaya kepada pemain pribumi. Kita harus mempercayai pemain asli Meksiko. Jika tidak, bagaimana bisa kita mendapatkan tim nasional yang berkualitas. Tak perlu pemain asing untuk meningkatkan standar sepak bola Meksiko,” tegas Vergara.

Semangat itu pula yang menjadi energy lebih dari Guadalajara. Mereka tak pernah takut, bahkan cenderung luar biasa jika bertemu dengan klub yang punya nama besar. Semangat Jemaah Suci memang tak bisa disepelekan.

PEBOLA IRAK PERTAMA DI EROPA

Senin, 01 Oktober 2012



Sepak bola Irak saat ini memang tengah terpuruh seiring perang yang tiada henti di negeri 1001 malam itu. Padahal, Irak telah mampu mengekspor pemainnya ke Inggris pada tahun 1954.

Pemain Irak pertama yang mencicipi kompetisi di Eropa adalah Youra Eshaya Pera. Pemain kelahiran 1933 itu berhasil menarik perhatian seorang pemandu bakat Bristol Rovers, Letnan Penerbang R.K. Weston yang akhirnya berhasil membawa Youra ke Bristol.

Youra bermain untuk Bristol Rovers Colt, tim ketiga Bristol Rovers. Berkat penampilannya yang bagus, dia pun sempat beberapa kali dipanggil ke tim reserve Bristol Rovers.

Youra hanya bermain selama dua musim di Inggris. Pada 1956 dia kembali ke Irak, bergabung dengan tim Angkatan Udara Negara itu.

Pemain Irak Lainnya yang Pernah Merumput Di Eropa:
Saeed “peter” Murad
1960-an: Manchester United Reserves (Inggris)

Zia Shawel
1961-62: Eintracht Frankfurt Amatir ( Jerman Barat)

Shiwan Ahmad Sadiq
1984-90: AC Moncalieri (Italia)
1990-91: Fulgor Salzano (Italia)

Ghassan Raouf Heamed
1994-95: Sportul Studentesc
1995-02: Assyriska FF (Swedia)

Malik Hassan Karim
1996-98: Versailles (Perancis)
1998-99: Montalegre (Perancis)
1999-00: GD Estoril Praia (Portugal)

Shwan Jalal
1998-99: Gillingham (Inggris)
1999-01: Hastings Town (Inggris)
2001-02: Tottenham Hotspur (Inggris)

Ali Wahaib Shaniyn
1998: Otelul Galati (Rumania)
1998: Petrolul Ploiseszi (Rumania)

Karim Bovar
1999-00: Malmo (Swedia)

Colo Halit
1999: IK Brage (Swedia)

Ibrahim Salim Saad
2000-01: Dubocica Leskovac (Yugoslavia)

Ali Raouf Heamed
2001-02: Assyriska FF (Swedia)

KIPER JUARA DUNIA


Salah satu faktor keberhasilan tim juara dunia tentu saja sosok yang berdiri di bawah mistar gawang, sang kiper. Kontribusi  mereka memang kerap terlupakan, padahal tanpa kehadiran penjaga gawang yang mumpuni, cukup sulit bagi sebuah tim untuk kampiun. Kematangan seorang kiper biasanya sangat menentukan. Tak heran para pelatih acap kali percaya kepada kiper-kiper yang sudah matang.

Enrique Ballesteros

Dalam sejarah Piala Dunia, tecatat hanya dua kali sebuah tim mampu juara dengan mengandalkan kiper muda. Pertama saat Uruguay menjadi juara untuk pertama kalinya pada perhelatan pertama. Saat itu, mereka mengandalkan Enrique Ballesteros yang baru berumur 25 tahun.

Bodo Illgner

Bertahun-tahun, dia menjadi kiper termuda yang membawa sebuah tim menjadi juara dunia. Baru di Italia 1990 rekor itu terpecah ketika Jerman Barat menjadi juara. Andalan pelatih Franz Beckenbauer saat itu adalah Bodo Illgner, kiper  FC Koeln yang berumur 23 tahun.

Dino Zoff

Sementara itu, kiper Italia saat menjuarai Piala Dunia 1982, Dino Zoff, hingga kini tercatat sebagai kiper tertua. Sedangkan satu-satunya kiper yang menjadi juara dunia dua kali dengan menyandang predikat kiper utama adalah Gilmar Santos (Brasil) pada 1958 dan 1962.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pencarian

Translate